Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kembangkan Kecerdasan Buatan, Grab Operasikan Lebih 1.000 Model AI dan Machine Learning
Advertisement . Scroll to see content

Departemen Perhubungan AS Akan Gunakan AI Buat Regulasi, Tuai Pro dan Kontra

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:49:00 WIB
Departemen Perhubungan AS Akan Gunakan AI Buat Regulasi, Tuai Pro dan Kontra
Departemen Perhubungan Amerika Serikat (DOT) tengah mempertimbangkan penggunaan AI untuk mempercepat proses penyusunan peraturan federal. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

Zerzan bahkan menyebut, “Anda seharusnya tidak membutuhkan waktu lebih dari 20 menit untuk mendapatkan rancangan peraturan dari Gemini.” 

Target besarnya, proposal kebijakan bisa berubah dari ide awal menjadi draf lengkap yang siap ditinjau Kantor Informasi dan Urusan Regulasi dalam waktu 30 hari.

Dalam sebuah presentasi internal, Gemini disebut berpotensi menulis sekitar 80 hingga 90 persen isi peraturan. Sisanya akan disempurnakan oleh manusia, termasuk memeriksa potensi kesalahan, bias, atau halusinasi yang kerap muncul dalam sistem AI.

Meski demikian, kekhawatiran datang dari sejumlah pegawai dan mantan pejabat pemerintah. Mike Horton, salah satu mantan pejabat DOT, menyamakan penggunaan AI dalam penyusunan regulasi seperti “meminta seorang siswa magang SMA menulis peraturan Anda.”

Kritik ini menegaskan kekhawatiran utama publik, terutama terkait risiko keselamatan, kepastian hukum, dan konsistensi regulasi jika terlalu bergantung pada kecerdasan buatan.

Penggunaan AI dalam penyusunan kebijakan pemerintah dinilai tidak sepenuhnya keliru, namun banyak pihak menilai peran manusia tetap krusial. Pengawasan ketat dibutuhkan untuk memastikan setiap aturan masuk akal, melindungi keselamatan publik, dan selaras dengan praktik hukum yang berlaku.

Pada akhirnya, waktu yang akan membuktikan apakah pemanfaatan AI dalam penulisan peraturan federal menjadi terobosan positif atau justru menciptakan masalah baru. Target menghasilkan regulasi yang “cukup baik” dinilai sebagian pihak terdengar cepat, namun belum tentu meyakinkan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut