Ditugaskan Pulihkan Perusahaan, Eksekutif Nissan Jun Seki Mengundurkan Diri

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 26 Desember 2019 - 14:49 WIB
Ditugaskan Pulihkan Perusahaan, Eksekutif Nissan Jun Seki Mengundurkan Diri

Eksekutif yang bertugas memimpin pemulihan Nissan Motor Co Ltd, Jun Seki memutuskan mengundurkan diri. (Foto: Autoblog)

YOKOHAMA, iNews.id - Eksekutif yang bertugas memimpin pemulihan Nissan Motor Co Ltd, Jun Seki memutuskan mengundurkan diri hanya beberapa minggu setelah mengemban tugas baru. Situasi ini diyakini dapat mengganggu upaya produsen mobil Jepang itu bangkit dari terpuruknya penjualan.

Seki, yang juga menjabat sebagai wakil kepala operasi Nissan mengatakan, dirinya akan pergi untuk mengisi jabatan sebagai presiden Nidec Corp, produsen komponen otomotif dan motor berbasis di Kyoto.

Dia akan meninggalkan Nissan pada Januari, setelah tiga dekade mengabdi di perusahaan tersebut, termasuk tugas memimpin bisnis di China.

“Saya suka Nissan dan saya merasa sedih meninggalkan pekerjaan yang belum selesai. Tapi, saya berusia 58 tahun, dan ini adalah tawaran yang tidak bisa saya tolak. Mungkin ini adalah kesempatan terakhir saya memimpin sebuah perusahaan," ujarnya, dalam sebuah wawancara singkat.

"Ini bukan tentang uang. Bahkan, saya menerima pukulan finansial karena Nissan membayar kami dengan baik,” kata Seki.

Seperti diketahui, Nissan berusaha memutar kembali beberapa ekspansi mahal di bawah pimpinan aliansi terguling Carlos Ghosn (CEO Renault-Nissan-Mitsubishi). Nissan telah memulai rencana pemulihan yang luas.

Rencana itu, yang dimulai pada April, sekarang berada di jalur menghasilkan kumulatif beberapa ratus miliar yen dari pemotongan biaya dan peningkatan efisiensi operasional hingga Maret 2022.

Pengunduran diri Seki dapat memperumit hubungan Nissan dengan pemegang saham utama Renault SA. Seki baru-baru ini bekerja di Paris selama setahun dan dipandang relatif dekat dengan produsen mobil Prancis itu.

Nissan sendiri selama setahun terakhir ini terguncang pasca-jatuhnya Ghosn, yang sekarang sedang menunggu persidangan atas tuduhan pelanggaran keuangan.


Editor : Dani Dahwilani