Duduki Penjualan Mobil Terbanyak di ASEAN, Indonesia Nyaris Disalip Malaysia
Bahkan Brunei Darussalam mencatat rasio tertinggi di ASEAN dengan 805 unit per 1.000 penduduk. Singapura berada di angka 211 unit, Filipina 49 unit, Vietnam 34 unit, dan Myanmar hanya 20 unit per 1.000 penduduk.
Perbandingan ini menunjukkan kontras besar antara volume penjualan dan tingkat kepemilikan kendaraan di Indonesia. Dengan populasi besar, ruang pertumbuhan pasar domestik masih terbuka sangat lebar.
Agus menyebut total populasi ASEAN mencapai sekitar 660 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 278 juta penduduk atau hampir separuh populasi kawasan.
"Total populasi ASEAN tercatat sekitar 660 juta orang, dengan populasi Indonesia mencapai 278 juta orang. Rasio kepemilikan mobil Indonesia yang masih rendah mengindikasikan potensi pasar kendaraan bermotor di Tanah Air masih sangat menjanjikan untuk terus berkembang ke depan," kata Agus.
Rendahnya rasio kepemilikan mobil dinilai menjadi sinyal kuat peluang ekspansi industri otomotif nasional. Kondisi ini membuka ruang bagi peningkatan produksi, investasi baru, serta penetrasi teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Kementerian Perindustrian melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat struktur industri otomotif. Fokus tidak hanya pada peningkatan angka penjualan, tetapi juga pada pengembangan kendaraan listrik dan teknologi hijau.
Di tengah ketatnya persaingan regional, Indonesia tetap berada di posisi teratas sebagai pasar terbesar ASEAN. Namun dengan selisih yang semakin tipis dari Malaysia, industri otomotif nasional dituntut bergerak lebih agresif agar tidak kehilangan dominasi di kawasan.
Editor: Dani M Dahwilani