Fernando Alonso Jadi Pemilik Bugatti Veyron Termahal di Dunia, Dibuat Khusus dari Aluminium
Tidak seperti bodi yang sekadar dicat dengan warna perak, permukaan aluminium mobil ini dipoles hingga menghasilkan tampilan mengilap. Bodi tersebut dipadukan dengan interior kulit berwarna merah terang yang membuat tampilannya semakin mencolok.
Mobil ini sebelumnya juga memiliki sejumlah detail khusus bertuliskan "Kaq", termasuk pada sandaran kepala dan tutup bahan bakar. Namun, sejumlah detail tersebut tampaknya telah dikembalikan ke konfigurasi standar sebelum mobil berpindah ke tangan Alonso.
Di balik tampilannya yang eksklusif, Veyron Grand Sport Vitesse tetap mengandalkan mesin W16 berkapasitas 8,0 liter dengan empat turbocharger. Bugatti menyebut versi Vitesse menghasilkan tenaga 1.200 hp dan mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 410 km/jam dengan atap terpasang.
Nilai mobil tersebut diperkirakan mencapai sekitar 5 juta hingga 6,5 juta dolar AS, sementara sejumlah laporan memperkirakan biaya pembuatannya sekitar 6,8 juta euro atau setara Rp138,66 juta (kurs Rp20.391,2 per euro). Harga transaksi Alonso sendiri tidak diumumkan secara resmi.
Kehadiran Veyron chassis 8100 menambah deretan mobil eksotis dalam koleksi Alonso. Sebelumnya, pembalap Aston Martin tersebut juga diketahui memiliki Pagani Zonda Diamante Verde yang disebut sebagai salah satu Zonda paling unik.
Konstruksi aluminium yang sangat rumit, jumlah produksi yang sangat terbatas, serta sejarah pembuatannya yang tidak biasa, Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse chassis 8100 menjadi salah satu koleksi paling istimewa yang kini berada di tangan sang juara dunia F1.
Editor: Dani M Dahwilani