Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teluk Persia Panas! Militer AS Serang 3 Kapal Tanker Iran
Advertisement . Scroll to see content

Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China

Sabtu, 05 September 2026 - 23:36:00 WIB
Ford Cs Ketakutan, Kongres AS Diminta Blokir Permanen Mobil China
Kongres AS didesak mengubah pembatasan regulasi mobil China yang saat ini berlaku menjadi larangan permanen. (Foto: Dok iNews id)
Advertisement . Scroll to see content

Lebih dari satu dari setiap 10 mobil yang terjual di Eropa disebut merupakan kendaraan buatan China. Kondisi tersebut menunjukkan produsen China semakin mampu bersaing di pasar otomotif global.

Kanada Buka Keran Impor Mobil China

Sementara itu, Kanada justru mengambil langkah berbeda dari AS. Negara tersebut baru-baru ini membuka periode impor kedua untuk kendaraan listrik China.

Kanada memungkinkan tambahan hingga 33.397 unit kendaraan listrik China masuk melalui kuota terbaru setelah kapasitas yang tidak terpakai dialihkan dari alokasi pertama.

Sejumlah model dari BYD, Chery dan Geely juga dilaporkan tengah menjalani proses sertifikasi untuk dapat dipasarkan di Kanada.

Perbedaan kebijakan tersebut membuat peta persaingan kendaraan listrik global semakin menarik. Ketika AS berusaha memperketat akses mobil China, Eropa menghadapi peningkatan penetrasi produk China, sementara Kanada justru membuka ruang impor lebih besar.

Namun, upaya AS untuk menutup pasar dari produsen China secara permanen diperkirakan tidak mudah. Bahkan CEO Ford disebut tidak yakin AS dapat mencegah perusahaan China masuk ke pasar Negeri Paman Sam selamanya.

Ford memperkirakan produsen mobil China pada akhirnya dapat masuk ke pasar AS dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun mendatang.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut