Hindari Water Hammer, Ini yang Harus Anda Perhatikan saat Melewati Banjir

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 28 Februari 2020 - 07:36 WIB
Hindari Water Hammer, Ini yang Harus Anda Perhatikan saat Melewati Banjir

Banyak pengendara mobil terjebak banjir mengalami kerusakan kendaraan akibat nekat menerobos genangan air. (Foto: Auto2000/Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Musim hujan masih melanda wilayah Indonesia. Intesitas hujan yang deras membuat sejumlah daerah di Jakarta dan sekitarnya kerap digenangi banjir.

Banyak pengendara mobil terjebak banjir mengalami kerusakan kendaraan akibat nekat menerobos genangan air. Biaya perbaikan yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Apalagi kerusakan sampai menyentuh mesin akibat kemasukan air alias water hammer.

Sebenarnya, bagaimana cara mengemudi yang aman saat banjir? Upaya paling tepat adalah tidak menerobos banjir atau mencari jalan alternatif yang lebih aman.

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan fokus saat mengemudi di tengah jalan yang banjir, jangan paksakan lewat bila dirasa tidak memungkinkan karena ada risiko kerusakan besar, seperti water hammer atau mesin mobil kemasukan air yang butuh biaya besar untuk perbaikan," ujar Aftersales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya dalam keterangan tertulisnya kepada iNews.id.

Namun bila tidak memungkinkan, Auto2000 memberikan tips aman saat kendaraan melintasi banjir.

1. Perhatikan Tinggi Genangan Air

Tinggi genangan air yang aman adalah maksimal setengah tinggi ban mobil. Ini lantaran ketinggian air masih di bawah intake mesin, aki, dan sistem kelistrikan di ruang mesin.

Bersabarlah dan perhatikan mobil lain yang menerjang banjir. Lebih baik kalau ada mobil sejenis sehingga bisa dijadikan patokan.

Patokan lainnya adalah pembatas jalan di tengah atau trotoar. Kalau masih terlihat, artinya aman untuk dilewati. Namun bila sudah tidak terlihat, cobalah pastikan seberapa tinggi genangan sebelum dilalui.

2. Pilih Jalur Paling Tepat

Tentukan jalur yang ingin dilewati dengan memilih genangan paling rendah serta bebas dari hambatan, seperti polisi tidur, jalan rusak, atau lainnya. Ini bisa dilihat dari pergerakan mobil lain di lokasi banjir.

Jangan terlalu ke tepi karena ada risiko turun ke bahu jalan yang rendah atau bahkan masuk ke dalam parit. Tapi juga hati-hati jangan terlalu ke tengah karena bisa terantuk pembatas jalan atau masuk ke jalur mobil dari arah berlawanan.

Untuk jalan yang terdiri beberapa jalur, paling aman adalah ambil jalur tengah atau paling kanan karena relatif lebih tinggi ketimbang jalur lain. Untuk mudahnya, perhatikan mobil lain di depan yang sudah melewati. Namun dengan catatan, sebaiknya tidak memaksakan melewati jalan banjir jika ketinggiannya sudah sama dengan atau bahkan lebih tinggi dari ban mobil karena potensi mesin kemasukan air sangat besar.

3. Jaga Jarak Aman

Kecepatan konstan sangat penting untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalam ruang mesin. Sebab itu, jaga jarak aman dengan mobil di depan.

Jalankan kendaraan setelah cukup yakin mobil di depan tak menghalangi laju. Ini sebagai langkah antisipasi bila mobil di depan mogok, sehingga bisa manuver menghindar.

4. Hindari Arus Air Banjir

Beberapa banjir disebabkan luapan sungai besar. Biasanya banjir seperti ini disertai arus air deras memotong jalur lintasan. Jangan pernah sepelekan arus air karena bisa menyeret mobil. Kalau sampai terjadi, nyawa taruhannya. Urungkan niat menerjang banjir kalau situasi seperti itu.

5. Jaga Putaran Mesin

Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot. Ini justru memperbesar daya isap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung water hammer.

Cukup jalankan mobil pada putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm. Jaga putaran mesin tetap konstan dan tidak melaju terlalu cepat agar mobil tidak sulit dikendalikan.

Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling dan biarkan mesin mobil melajukan secara konstan. Tahan posisi transmisi di gigi 1 dan jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum.

Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi transmisi ke-1 atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba karena akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

6. Keringkan Rem dan Kopling

Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya pengereman berkurang drastis. Hindari menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan.

Lakukan ini sekitar 10 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem secara normal. Bila belum, injak pedal bersamaan lagi. Ulangi terus langkah ini sampai pengereman kembali normal.

Lakukan proses serupa pada pedal kopling transmisi manual. Amati pula kondisi mobil, apakah ada suara aneh dan tidak biasa? Perhatikan pula panel instrumen jika ada indikator kerusakan menyala. Bila ragu, sempatkan sejenak menepi dan memeriksa lebih cermat.

Editor : Dani Dahwilani