Indomobil Tak Ingin Terjebak Perang Harga Mobil China, Ini Strategi Mereka
JAKARTA, iNews.id - Persaingan harga mobil China di pasar otomotif Indonesia semakin ketat. Namun, Indomobil Group menegaskan tidak ingin terjebak dalam perang harga.
Seperti diketahui, Indomobil Group saat ini menaungi sejumlah merek asal China, antara lain GAC, Maxus, Changan, Hongqi, Leapmotor, Great Wall Motor (GWM) dan JAC. Mereka memilih fokus menjaga kualitas produk, meningkatkan layanan purnajual, serta membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.
Director of Indomobil Group, Andrew Nasuri mengatakan, strategi perusahaan bukan menawarkan kendaraan dengan harga paling murah, melainkan memastikan produk yang dipasarkan memiliki kualitas terbaik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Kami tidak melihat price war, karena bagi kami itu bukan arah yang kami inginkan. Fokus kami adalah jangka panjang, membangun kepercayaan dan hubungan dengan konsumen di Indonesia," ujar Andrew saat peluncuran SUV listrik Aion i60 di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kualitas produk harus menjadi prioritas sejak awal kendaraan dirancang. Selain itu, perusahaan juga berkomitmen memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual agar konsumen mendapatkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang baik.
Dia menyebutkan perusahaan memberikan perhatian terhadap kecepatan penanganan keluhan pelanggan. Sebab, kepercayaan konsumen tidak hanya dibangun melalui kualitas kendaraan, tetapi juga kemampuan perusahaan menyelesaikan persoalan yang dihadapi pelanggan.
"Kami sangat bangga dan terus melihat komentar-komentar di media sosial bahwa kendaraan kami dikenal memiliki kualitas yang sangat baik. Jika ada masalah, kami harus menuntaskannya dengan cepat," kata Andrew.
Dia menjelaskan, kekuatan perusahaan turut didukung kolaborasi salah satunya dengan GAC China melalui perusahaan joint venture. Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman Indomobil sebagai salah satu grup otomotif besar di Indonesia dengan keunggulan teknologi GAC.
Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dari China sekaligus memberikan masukan langsung mengenai kebutuhan dan karakteristik konsumen Indonesia.
"Teknologi dan transfer teknologi dari GAC China membuat kami memahami kendaraan dan teknologinya. Namun, kami juga bisa memberikan masukan secara langsung kepada mitra joint venture mengenai apa yang diinginkan Indonesia dan konsumen Indonesia," ujarnya.
Komitmen tersebut turut diperlihatkan melalui peluncuran model terbaru Aion i60. Kendaraan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan produk dengan teknologi terkini tanpa mengesampingkan standar kualitas.
Andrew menegaskan, perusahaan akan terus mempertahankan standar kualitas produk sebagai strategi menghadapi persaingan industri otomotif Indonesia. Bagi Indomobil, membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang lebih penting dibandingkan sekadar bersaing menawarkan harga murah.
Editor: Dani M Dahwilani