Investasi Rp230 Triliun, BYD Kerahkan 5.000 Tenaga Ahli Kembangkan Mobil Pintar
Dalam pengembangannya, BYD mengandalkan pendekatan “agen cerdas AI + model dunia”. Metode ini memanfaatkan skenario virtual untuk melatih sistem agar mampu menghadapi kondisi ekstrem atau kesalahan langka yang jarang terjadi di dunia nyata.
BYD juga menegaskan bahwa bantuan mengemudi dan kokpit cerdas adalah dua pilar utama kecerdasan otomotif. Mobil kini tidak lagi diposisikan hanya sebagai alat transportasi, melainkan sebagai “entitas cerdas” di era Internet of Things. Konsep ini mencakup berbagai fungsi futuristis, mulai dari integrasi drone hingga kendali rumah pintar.
Melalui inisiatif “Mengemudi Cerdas untuk Semua”, BYD menargetkan sistem bantuan mengemudi canggih menjadi fitur standar di seluruh lini produknya, dari mobil kelas ekonomis hingga kendaraan mewah.
Sementara itu, industri otomotif Tiongkok secara umum kini mulai mengalihkan fokus ke pengembangan mengemudi otonom level 3 (L3). Sejumlah produsen seperti Xpeng, Arcfox, dan Deepal dilaporkan telah mengantongi lisensi uji jalan L3, yang memungkinkan kendaraan melaju mandiri di kondisi tertentu, meski pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali jika sistem menemui keterbatasan.
Editor: Dani M Dahwilani