Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sopir Sering Jadi Penyebab Kecelakaan Truk, KNKT Minta Pemerintah Bikin Sekolah Pengemudi
Advertisement . Scroll to see content

Langgar Standar Keselamatan, 550 Sekolah Pelatihan Mengemudi Ditutup

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:27:00 WIB
Langgar Standar Keselamatan, 550 Sekolah Pelatihan Mengemudi Ditutup
Pemerintah menutup lebih dari 550 sekolah pelatihan pengemudi truk dan bus yang diduga “palsu” tidak sesuai standar keselamatan. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

Dari total temuan, 109 sekolah memilih secara sukarela menghapus diri dari daftar penyedia pelatihan nasional. Sementara itu, 448 sekolah lainnya menerima pemberitahuan usulan penghapusan karena gagal memenuhi standar keselamatan dasar.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy menegaskan praktik seperti ini tidak bisa lagi dibiarkan. "Terlalu lama, industri truk beroperasi seperti Wild West, di mana apa pun boleh dilakukan dan tidak ada yang bertanya," katanya.

Dia menegaskan, timnya akan menindak setiap mata rantai dalam industri truk yang memungkinkan pelanggaran hukum berdampak pada keselamatan jalan raya Amerika.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk meningkatkan keselamatan pengemudi truk dan bus komersial. Tahun lalu, pemerintah juga menindak pengemudi yang tidak cukup fasih berbahasa Inggris untuk menjawab pertanyaan resmi dan memahami rambu lalu lintas.

Selain itu, DOT baru-baru ini memperketat aturan warga negara asing yang tidak memenuhi syarat tidak bisa memperoleh izin mengemudi kendaraan komersial. Kebijakan tersebut difokuskan pada pemeriksaan latar belakang serta validitas dokumen izin kerja.

Penindakan terhadap sekolah CDL “palsu” ini menandai upaya serius pemerintah AS dalam memperbaiki sistem pelatihan pengemudi komersial. Pengawasan lebih ketat, pemerintah berharap keselamatan jalan raya dapat meningkat dan risiko kecelakaan akibat pengemudi yang tidak kompeten dapat ditekan secara signifikan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut