Lewat Genangan Air Jangan Asal Hajar, Perhatikan Kondisi Ban Agar Tak Tergelincir

Riyandy Aristyo · Kamis, 13 Agustus 2020 - 18:13:00 WIB
Lewat Genangan Air Jangan Asal Hajar, Perhatikan Kondisi Ban Agar Tak Tergelincir
Meski angin ban sudah pas, potensi mobil aquaplaning tetap ada bilar alur ban sudah habis alias botak. (Foto: Torque)

JAKARTA, iNews.id - Wilayah Jakarta dan sekitarnya kembali diguyur hujan. Artinya, setiap pengendara harus meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di jalan yang basah dan tergenang.

Founder Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengingatkan genangan air bisa membahayakan pengendara. Jika tidak berhati-hati mobil bisa aquaplaning alias tergelincir dan sulit dikendalikan.

"Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya Anda mengecek ban mobil terlebih dahulu. Perhatikan tekanan angin. Sesuaikan dengan indikator yang ada di bagian dalam pintu mobil, agar meminimalisir gejala aquaplaning," ujar Soni, saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Menurut Sony, meski angin ban sudah pas, potensi mobil aquaplaning masih ada. Salah satunya karena alur ban sudah habis alias botak.

"Pada ban yang botak tidak memiliki kemampuan untuk memecah genangan air. Ketika melewati genangan air, gaya angkat air akan mengangkat sedikit ban dan membuatnya mengambang. Ini sangat berbahaya, mobil bisa tergelincir dan sulit dikendalikan," katanya.

Sony menuturkan, alur pada tapak ban berungsi memecah air ketika melewati genangan. Jika air terpecah atau menyebar maka gaya angkat air cukup lemah dan tapak ban tetap mencengkeram permukaan jalan.

"Sebelum berkendara di kondisi hujan dan jalan basah, usahakan periksa ban. Apakah alurnya masih terasa tebal atau sudah menipis. Kalau sudah menipis, sebaiknya hati-hati atau tunggu hujan reda," kata Sony.

Editor : Dani M Dahwilani