Menguji Batas Irit Veloz Hybrid, Begini Perjalanan dengan Deretan Mobil xEV Toyota di Lombok
Menguji Veloz Hybrid
Banyak yang penasaran bagaimana dengan performa mobil terbaru Veloz Hybrid. Menghadapi beragam kondisi jalan, dengan tanjakan tajam berpadu dengan kelokan patah, turunan panjang menuntut engine brake optimal, jalan sempit di beberapa titik membatasi ruang manuver, serta ruas aspal rusak yang menambah sensasi petualangan.
Namun, mampu melaju mulus. Sinergi mesin bensin dan motor listrik terasa efektif menyalurkan tenaga ke roda depan, membantu kendaraan melibas tanjakan tanpa jeda, serta menjaga kestabilan saat menikung.
Rute yang menantang justru memperlihatkan tingkat stabilitas tinggi khas mobil hybrid Toyota. Handling terasa presisi mengikuti arah setir, sementara suspensi mampu meredam gejala goyang meskipun melewati permukaan jalan tidak rata.
Sensasi fun to drive hadir secara konsisten, tanpa menghilangkan kenyamanan kabin. Bahkan beberapa jurnalis mengakui, perjalanan panjang terasa tidak melelahkan berkat karakter mobil yang halus dan minim getaran.

Puncak pengujian efisiensi dilakukan di sekitar Sirkuit Mandalika. Dalam sesi tersebut, catatan konsumsi bahan bakar (BBM) Veloz Hybrid mencapai 26 km per liter, sebuah angka impresif untuk kendaraan kelas MPV yang membawa teknologi hybrid. Capaian ini menegaskan bahwa penggunaan motor listrik pada kecepatan tertentu benar-benar mampu menekan konsumsi bensin secara signifikan.
Fokus utama dalam menguji batas irit Veloz Hybrid tertuju pada performa teknis mobil ini. Toyota Veloz Hybrid ditenagai mesin 1.500 cc 2NR-VEX yang dipadukan dengan Toyota Hybrid System dan transmisi CVT. Output tenaga mencapai 111 PS pada 5.500 rpm, dengan torsi 121 Nm dari mesin bensin serta tambahan 141 Nm dari motor listrik. Kombinasi tenaga ini terasa sangat membantu, terutama saat menghadapi tanjakan atau membutuhkan akselerasi cepat di jalur menyalip.
Ketika mode berkendara diubah ke mode Power, karakter mobil berubah drastis. Respons pedal gas menjadi lebih spontan dan agresif, memberikan dorongan akselerasi instan tanpa mengorbankan kenyamanan. Mencapai kecepatan 100 km/jam terasa lebih cepat dibandingkan Veloz bermesin konvensional, sementara kabin tetap senyap berkat minimnya suara mesin yang bekerja.
Veloz Hybrid memiliki tenaga 5 PS lebih besar dibanding model non-hybrid. Walau bobot bertambah sekitar 130 kilogram akibat tambahan baterai lithium dan komponen elektrifikasi, mobil ini tetap terasa ringan saat dipacu. Distribusi bobot yang seimbang membuat traksi tetap optimal, serta memberikan rasa percaya diri saat bermanuver di tikungan.
