Mobil Hybrid Isi BBM Tak Sesuai Rekomendasi, Ini yang Akan Terjadi
JAKARTA, iNews.id - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan pada mobil hybrid dapat memicu berbagai masalah pada mesin. Dampaknya mulai dari kehilangan tenaga, konsumsi BBM menjadi lebih boros, hingga kerusakan komponen mesin dalam jangka panjang.
Mesin hybrid seperti Toyota telah menggunakan sistem pembakaran internal (ICE) terkini yang sudah mengandalkan teknologi katup variabel ganda atau Dual VVT-i. Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem hybrid untuk menghasilkan performa yang efisien sekaligus bertenaga.
Agar dapat bekerja secara optimal, mesin hybrid membutuhkan BBM dengan kualitas yang sesuai kebutuhan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai oktan atau Research Octane Number (RON) bahan bakar.
Marketing Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan mesin Toyota memiliki rasio kompresi tinggi, termasuk mesin hybrid Toyota yang memiliki rasio kompresi di atas 13:1. Sebab itu, mesin tersebut membutuhkan bahan bakar dengan nilai RON di atas 90 sesuai rekomendasi pabrikan.
Penggunaan BBM dengan nilai oktan lebih rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya pembakaran yang tidak sesuai dengan siklus kerja mesin. Bahan bakar dapat terbakar sendiri sebelum busi memercikkan api pada waktu yang seharusnya sehingga berpotensi menimbulkan gejala knocking.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat proses pembakaran tidak sempurna dan berdampak pada performa mesin. Salah satu gejalanya adalah tenaga mesin berkurang.
"Gejala knocking dan menumpuknya deposit di ruang bakar adalah dua hal yang tidak diinginkan pada mesin hybrid Toyota. Solusinya mudah: gunakan BBM sesuai rekomendasi dan servis berkala," ujar Nur Imansyah Tara dalam keterangannya dilansir Kamis (1/10/2026).
Dia menjelaskan knocking ditandai dengan munculnya suara mengelitik ketika pedal gas diinjak sehingga kerap disebut sebagai mesin ngelitik. Suara tersebut biasanya semakin jelas ketika mesin membutuhkan tenaga besar.
Misalnya saat mobil membawa muatan penuh, digunakan untuk menyalip kendaraan lain, atau melaju di jalan menanjak. Jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat membuat komponen di dalam mesin lebih cepat mengalami kerusakan karena bekerja tidak sesuai porsinya.
Deposit Bisa Menumpuk di Ruang Bakar
Selain knocking, penggunaan BBM yang tidak sesuai juga berpotensi memicu timbulnya deposit atau kotoran di dalam ruang mesin. Deposit tersebut dapat menempel pada komponen dan memengaruhi kinerja mesin.
Kondisi tersebut juga dapat membuat suhu di ruang mesin meningkat karena kinerja sejumlah komponen tidak berlangsung sesuai kebutuhan.
Dampaknya, tenaga mesin dapat menurun dan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Ketika tenaga berkurang, pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan performa yang dibutuhkan.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut tidak hanya meningkatkan konsumsi BBM, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan komponen mesin.
BBM Sesuai Rekomendasi Mesin Lebih Efisien
Penggunaan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan membantu mesin bekerja lebih optimal dan efisien. Efisiensi tersebut dapat berujung pada penghematan konsumsi BBM, meskipun tetap dipengaruhi faktor lain seperti gaya berkendara dan kontur jalan.
Tenaga mesin yang sesuai spesifikasi juga membuat pengemudi tidak perlu memaksakan pedal gas terlalu dalam. Dengan begitu, konsumsi BBM dapat lebih terjaga.
Kondisi mesin yang terawat juga membuat komponen bekerja lebih optimal dan berpotensi memperpanjang usia pakai kendaraan. Pada akhirnya, biaya operasional dan perawatan mobil dalam jangka panjang dapat lebih terkendali.
Selain menggunakan BBM sesuai rekomendasi, cara lain untuk mencegah mesin mengalami ngelitik atau knocking adalah melakukan servis berkala setiap enam bulan sekali.
Saat servis berkala, kondisi mesin diperiksa dan disetel agar dapat bekerja seideal mungkin sesuai standar pabrikan. Komponen pendukung seperti filter-filter mesin, busi, dan sparepart lainnya juga diperiksa.
Komponen yang sudah tidak layak pakai atau telah mencapai waktu penggantian akan dibersihkan atau diganti sesuai kebutuhan. Uji emisi juga dijalankan sebagai salah satu indikator pendukung untuk mengetahui kondisi mesin.
Penggunaan BBM yang sesuai rekomendasi dan perawatan secara rutin, performa serta efisiensi mesin hybrid dapat tetap terjaga.
Editor: Dani M Dahwilani