Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pegang Rekor Terkencang di Dunia, Koenigsegg Bikin Mobil Berlapis Emas 24 Karat
Advertisement . Scroll to see content

Mobil Koenigsegg Gemera Seharga Rp53 Miliar Dirusak di Depan Hotel, Pemilik Nangis Kaca Depan Hancur

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:48:00 WIB
Mobil Koenigsegg Gemera Seharga Rp53 Miliar Dirusak di Depan Hotel, Pemilik Nangis Kaca Depan Hancur
Hypercar Koenigsegg Gemera seharga Rp53 miliar dirusak di depan hotel mewah, pemilik nangis kaca depan hancur. (Foto: Koenigsegg/Reddit)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hypercar Koenigsegg Gemera berwarna merah terang mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran perusakan saat terparkir di depan sebuah hotel bintang lima di Kopenhagen, Denmark. Supercar langka tersebut diketahui baru tiba di tangan pemiliknya di Denmark sekitar sepekan sebelum insiden terjadi.

Koenigsegg Gemera itu merupakan salah satu mobil pelanggan pertama yang dikirimkan produsen asal Swedia tersebut. Pengiriman dilakukan kurang dari dua bulan lalu, setelah lebih dari enam tahun sejak Gemera pertama kali diperkenalkan kepada dunia.

Gambar yang baru-baru ini beredar di Reddit memperlihatkan kondisi Gemera yang cukup memprihatinkan. Kaca depan bagian sisi pengemudi tampak pecah dan hancur, sementara salah satu kaca spion juga diduga mengalami kerusakan.

Belum diketahui secara pasti penyebab kaca depan supercar tersebut pecah. Ada dugaan mobil dirusak menggunakan benda keras seperti palu, batu, atau bata.

Kerusakan ini menjadi masalah serius bagi pemiliknya mengingat Koenigsegg Gemera merupakan mobil yang sangat terbatas. Koenigsegg hanya memproduksi 300 unit Gemera dengan harga awal sekitar 3 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp53 miliar (kurs Rp17.575 per dolar AS), sebelum opsi tambahan dan pajak.

Karena jumlah produksinya sangat terbatas, pemilik Gemera tidak bisa begitu saja mencari kaca pengganti dari pasar aftermarket. Mobil tersebut kemungkinan harus mendapatkan komponen resmi dari Koenigsegg dan berpotensi dikirim kembali ke markas perusahaan di Swedia untuk menjalani perbaikan.

Diduga Belum Bayar Pajak Denmark

Kerusakan Gemera tersebut juga menjadi sorotan karena mobil diketahui terlihat berkendara di sejumlah kota di Denmark dengan menggunakan pelat nomor dealer dari Swedia.

Menurut seorang pengguna Reddit, penggunaan pelat nomor tersebut diduga menunjukkan bahwa proses registrasi lokal dan pembayaran pajak kendaraan di Denmark belum diselesaikan pemilik.

Ini menarik perhatian karena Denmark dikenal memiliki pajak registrasi kendaraan yang sangat tinggi, terutama untuk mobil dengan harga fantastis.

Denmark menerapkan sistem pajak registrasi progresif berdasarkan nilai kendaraan baru. Untuk kendaraan dengan nilai di atas 237.400 krona Denmark atau sekitar Rp600 juta, tarif pajak yang berlaku dapat mencapai 150 persen untuk bagian nilai kendaraan di atas batas tersebut.

Harga Gemera yang mencapai jutaan dolar, biaya untuk membawa dan mendaftarkan mobil tersebut secara resmi di Denmark tentu bisa sangat besar.

Tampil dengan Warna Merah Menyala

Koenigsegg Gemera yang dirusak tersebut tampil mencolok dengan warna merah menyala yang dikenal sebagai Johan Röd. Warna tersebut dipadukan dengan berbagai komponen serat karbon matte.

Sejumlah bagian eksterior menggunakan material serat karbon, termasuk pelek, diffuser belakang, penutup mesin, hingga splitter depan.

Gemera sendiri merupakan salah satu model paling unik yang pernah dibuat Koenigsegg. Mobil ini dikembangkan sebagai megacar empat penumpang dengan performa ekstrem, sehingga menjadikannya salah satu kendaraan paling eksklusif di dunia.

Jumlah produksi yang sangat terbatas dan harga mencapai puluhan miliar rupiah sebelum pajak serta opsi, kerusakan sekecil apa pun pada Gemera tentu menjadi persoalan besar bagi pemiliknya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut