Pabrik BYD di Subang Senilai Rp16 Triliun Siap Beroperasi
“Memang dalam proses manufaktur itu ada namanya commissioning, alignment. Ini terdiri dari ratusan peralatan yang harus diintegrasikan, setiap roll off wajib presisi, zero error,” kata Luther.
Proses yang disebut trial produksi itu tengah dijalankan sebagai salah satu bentuk persiapan. Meskipun enggan memberikan waktu pasti, pabrik BYD diyakini mulai beroperasi dalam waktu dekat di 2026.
Kapasitas 150.000 Unit per Tahun
Pabrik BYD di Subang dibangun di atas lahan pengembangan seluas 108 hingga 126 hektare. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.
Produksi tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan fasilitas ini juga akan menjadi basis ekspor untuk kawasan ASEAN.
Investasi Rp16 triliun yang digelontorkan BYD juga mencerminkan komitmen terhadap peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik berbasis produksi lokal.
Keberadaan pabrik ini mempertegas ambisi BYD memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Indonesia. Jika produksi berjalan sesuai target pada awal 2026, pabrik BYD di Subang berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur EV terbesar di kawasan.
Editor: Dani M Dahwilani