Pabrik di China Lumpuh akibat Virus Korona, Hyundai Alihkan Pasokan Suku Cadang

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 10:45 WIB
Pabrik di China Lumpuh akibat Virus Korona, Hyundai Alihkan Pasokan Suku Cadang

Banyak pekerja tidak masuk di dua pabrik Hyundai di China, Jiangsu dan Qingdao, setelah liburan Tahun Baru China (Imlek) diperpanjang karena wabah. (Foto: Nikkei Asian Review)

SEOUL, iNews.id - Hyundai Motors mengandalkan China sebagai pemasok suku cadang mobil ke pusat pabriknya di Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, saat virus korona menyebar, strategi mereka menjadi bumerang.

Dilansir dari Reuters, Kamis (13/2/2020), pusat produksi Hyundai di Kyungshin, Korea Selatan, meningkatkan kapasitasnya di China selama dua dekade terakhir untuk memanfaatkan biaya tenaga kerja lebih rendah dan secara geografis lebih dekat. Operasinya kini terpukul akibat epidemi.

Banyak pekerja tidak masuk di dua pabriknya di China, Jiangsu dan Qingdao, setelah liburan Tahun Baru China (Imlek) diperpanjang karena wabah. Di Jiangsu, hanya sekitar 300 dari 600 karyawan yang masuk kerja.

Saat ini, Kyungshin yang memasok hampir setengah kabel pengikat sistem kelistrikan otomatis Hyundai berjuang menutup kekurangan produksi.

Mereka juga meningkatkan produksi pabrik-pabriknya di Amerika Serikat (AS), India, Kamboja, dan Korea Selatan. Perusahaan juga berencana menggunakan pesawat serta kapal untuk mempercepat pengangkutan suku cadang kendaraan ke Korea Selatan.

Hyundai mengatakan pihaknya sedang meninjau berbagai langkah untuk meminimalkan gangguan pada operasinya dan memastikan sistem produksi stabil. Pabrik di Kyungshin sedang melakukan semua hal untuk menormalkan pasokan suku cadang.

Diketahui, hub produsen mobil Korea Selatan ini menyumbang sekitar 40 persen dari produksi global. Produksi pabrik ini diekspor ke Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah, serta negara-negara lain.

Kesulitan pabrik Hyundai di Kyungshin juga dialami produsen mobil global lainnya, termasuk Volkswagen, Ford, Fiat Chrysler dan Daimler. Di mana operasi pemasok mereka di China juga terganggu wabah virus korona.

Hingga saat ini, wabah virus korona yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang dan menginfeksi 65.000 orang. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran publik terhadap keselamatan mereka termasuk para pekerja pabrik.

Editor : Dani Dahwilani