Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Harga BBM Pertamina 30 Desember 2025, Lengkap di Seluruh Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Perbandingan Konsumsi BBM Mobil Biasa dan Kendaraan Listrik, 72 Km Hanya Butuh Rp10.000

Selasa, 28 Desember 2021 - 15:17:00 WIB
Perbandingan Konsumsi BBM Mobil Biasa dan Kendaraan Listrik, 72 Km Hanya Butuh Rp10.000
Mobil listrik hanya membutuhkan biaya Rp10.000 untuk 72 km jarak tempuh, sedangkan kendaraan BBM Rp60.000. (Foto: Dok/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Kekurangan

1. Stasiun pengisian listrik belum tersebar luas 
Inilah masalah yang kerap ditemui oleh masyarakat Indonesia bila akan meminang mobil listrik. Pasalnya belum tersebar luas stasiun pengisiam bahan bakar khusus EV di Indonesia. Maka dari itu apabila ingin berkendara jauh seperti roadtrip maupun touring akan menjadi beban pikiran. Stasiun pengisian bahan bakar hanya tersebar dan mendominasi pada beberapa mall di kota besar Indonesia seperti Jakarta dan Tangerang. Saat ini update terbaru menjelaskan bahwa sebanyak terdapat 31 stasiun pengisian bahan bakar listrik yang tersebar di seluruh Indonesia. Ilustrasi 

2. Biaya mengganti baterai mahal 
Dari segi perawatan mobil listrik unggul ketimbang mobil konvensional. Pasalnya mobil listrik minim perawatan secara berkala. Namun terdapat mimpi buruk bagi pengguna mobil listrik bila penyimpan daya listrik alias baterai mulai rusak. Jika itu terjadi maka butuh biaya yang tidak sedikit. Belum lagi tersedianya part yang indent dan tidak tersedia yang mengharuskan untuk menunggu lama apabila terjadi kerusakan. 

3. Pengecasan masih lama 

Ini juga kerap menjadi pertanyaan banyak masyarakat ketika ingin beralih ke mobil yang ramah lingkungan, yakni mengenai saol pengisian daya yang lama. Pasalnya pengisian yang dilakukan kerap membutuhkan waktu cukup lama yang tentu tidak efisien dari segi waktu. Berbeda dengan mobil konvensional yang hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengisi tangki bahan bakar dari nol hingga penuh. 

4. Harganya lebih mahal 
Kekurangan mengenai budget ini juga kerap dirasakan para konsumen, pelaku otomotif serta petrolhead sejati di tanah air. Nyatanya di Indonesia pasaran mobil listrik masih terlampau mahal. Faktor tersebut umumnya bisa mengurungkan niat konsumen untuk membeli mobil listrik.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut