Recall Lambat, Hyundai dan Kia Didenda Rp3 Triliun

Dani M Dahwilani · Selasa, 01 Desember 2020 - 12:25:00 WIB
Recall Lambat, Hyundai dan Kia Didenda Rp3 Triliun
Recall kendaraan lambat, NHTSA tuntut Hyundai dan Kia denda sebesar 210 juta dolar AS atau sekitar Rp3 triliun. (Foto: Autoblog)

MICHIGAN, iNews.id - Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengumumkan Hyundai dan Kia dituntut membayar denda 210 juta dolar AS atasu sekitar Rp3 triliun. Sanksi diberikan karena perusahaan dinilai lambat dalam menarik kembali kendaraan (recall) dan laporan tidak akurat kepada NHTSA.

Hal yang menjadi masalah adalah penarikan "sebelum waktunya" terhadap lebih dari 1,6 juta kendaraan yang dilengkapi mesin Theta II. Recall berdampak pada Hyundai Sonata 2011-2014 dan Santa Fe Sport 2013-2014, serta Kia Optima 2011-2014, Sorento 2012-2014, dan Sportage 2011-2013. Mereka diminta untuk mengatasi masalah manufaktur yang dapat menyebabkan keausan bearing dan kerusakan mesin.

Dilansir dari Carscoops, Selasa (1/12//2020), masalah dimulai Hyundai saat mereka menggunakan "proses deburring mekanis untuk menghilangkan puing-puing mesin dari poros engkol" mesin Theta II. Kemudian "proses ledakan basah untuk menghilangkan serpihan logam dari komponen".

Meskipun ada upaya untuk menghilangkan puing-puing ini, perusahaan mengetahui ada klaim garansi terkait mesin dari konsumen.

Penarikan awal hanya menargetkan Sonata 2011 dan 2012. Namun akhirnya diperluas mencakup Santa Fe Sport 2013-2014 dan Sonata 2013-2014 yang dilengkapi mesin GDI 2.0 serta 2.4 liter Theta II.

Kia tidak me-recall Optima pada 2015 karena mereka berpendapat tidak ada tindakan yang diperlukan karena mengikuti prosedur yang berbeda dan memiliki klaim masalah "sangat rendah" di lapangan.

Namun, Optima 2011-2014, Sorento 2012-2014, dan Sportage 2011-2013 ditarik kembali pada 2017 karena serpihan logam belum sepenuhnya dihilangkan dari saluran oli poros engkol selama proses pembersihan.

NHTSA membuka permintaan recall pada 2017 untuk menyelidiki ketepatan waktu dan cakupan penarikan mesin Hyundai. Perusahaan "mungkin bertanggung jawab atas hukuman perdata dengan berbagai alasan, termasuk recall yang tidak tepat waktu, ketidakakuratan dalam DIR [Laporan Informasi Cacat dan Ketidaksesuaian], dan laporan wajib yang menjelaskan potensi masalah terkait kelalaian.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan, Hyundai dikenakan hukuman perdata 140 juta dolar AS. Itu termasuk pembayaran di muka sebesar 54 juta dolar AS, serta "kewajiban" membelanjakan 40 juta dolar AS untuk kinerja keselamatan. Jika kondisi yang ditentukan tidak terpenuhi, perusahaan bisa mendapatkan tambahan denda 46 juta dolar AS.

Demikian juga, Kia harus membayar hingga 70 juta dolar AS. Bagian dari itu termasuk pembayaran di muka sebesar 27 juta dolar AS dan pengeluaran 16 juta dolar AS kinerja keselamatan.

Selain denda, Kia akan membuat kantor keamanan AS baru yang akan dipimpin seorang kepala petugas keselamatan. Di sisi lain, Hyundai akan membangun fasilitas pengujian di Amerika Serikat untuk penyelidikan keselamatan.

Editor : Dani Dahwilani

Halaman : 1 2