Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China Bikin Heboh! Humanoid Ikut Tai Chi di Olimpiade Robot
Advertisement . Scroll to see content

Robot Humanoid Mulai Gantikan Pekerja Pabrik, tapi Masih Kalah Cepat dari Manusia

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:07:00 WIB
Robot Humanoid Mulai Gantikan Pekerja Pabrik, tapi Masih Kalah Cepat dari Manusia
Teknologi robot humanoid masih menghadapi tantangan besar karena belum mampu bekerja secepat manusia. (Foto: BMW)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Robot humanoid mulai memasuki lingkungan pabrik mobill dan digadang-gadang menjadi masa depan industri manufaktur. Namun, teknologi tersebut masih menghadapi tantangan besar karena sejumlah robot belum mampu bekerja secepat manusia.

Salah satunya terlihat dalam pengujian yang dilakukan BMW di pabrik Spartanburg, South Carolina, Amerika Serikat. Robot humanoid buatan Figure AI diuji untuk memindahkan komponen dari kontainer ke troli.

Robot tersebut mampu berjalan, mengambil komponen, hingga menarik troli. Kendati demikian, Wakil Presiden Logistik BMW Ulrich Wieland mengakui kemampuan robot itu masih belum menyamai kecepatan manusia.

Dilansir dari Carscoops, BMW bukan satu-satunya produsen otomotif yang mulai menguji robot humanoid. Sang rival Mercedes-Benz mengembangkan penggunaan robot buatan Apptronik untuk memilah dan menangani komponen di lingkungan produksi.

Sementara itu, Hyundai yang memiliki Boston Dynamics berencana memanfaatkan robot tersebut untuk membantu mengatur komponen bagi pekerja di lini perakitan. Teknologi ini diharapkan dapat menangani pekerjaan berulang sehingga manusia bisa fokus pada tugas yang membutuhkan keterampilan lebih tinggi.

Tesla bahkan memiliki ambisi lebih besar melalui robot humanoid Optimus. CEO Tesla Elon Musk melihat robot tersebut sebagai bisnis potensial yang dapat digunakan tidak hanya untuk kebutuhan produksi mobil, tetapi juga berbagai sektor lain.

Tesla diketahui telah menghentikan produksi Model S dan Model X di sebagian fasilitasnya California untuk menyediakan ruang bagi produksi Optimus. Langkah tersebut memperlihatkan besarnya ambisi perusahaan dalam mengembangkan robot humanoid.

Robot Humanoid Dinilai Tak Selalu Jadi Solusi Terbaik

Meski robot humanoid terlihat futuristis, tidak semua pihak menilai desain menyerupai manusia sebagai pilihan paling efisien untuk pabrik. Direktur Eksekutif MIT Industrial Performance Center Ben Armstrong menilai otomatisasi sederhana bisa menyelesaikan sejumlah pekerjaan dengan biaya lebih rendah.

Robot humanoid berpotensi menjadi teknologi mahal untuk pekerjaan yang sebenarnya dapat dilakukan mesin sederhana. Kondisi pabrik mobil modern yang sudah sangat otomatis, peningkatan produktivitas dari penggunaan robot humanoid juga masih menjadi pertanyaan.

General Motors (GM) memilih pendekatan berbeda. Perusahaan tersebut mengembangkan robot kolaboratif dengan lengan dan tangan, tetapi tidak menggunakan kaki untuk berjalan seperti manusia.

Kepala Produk GM Sterling Anderson sebelumnya menilai tangan dapat memberikan manfaat di lingkungan pabrik, sementara kegunaan kaki belum tentu diperlukan. Renault bahkan telah memperkenalkan robot dengan desain tanpa kepala untuk kebutuhan otomasi industri.

Ancam Lapangan Kerja

Perkembangan robot humanoid juga memunculkan kekhawatiran terkait masa depan tenaga kerja. Produsen mobil menilai robot dapat mengisi pekerjaan berulang yang sulit mendapatkan pekerja sekaligus membuka kebutuhan baru untuk tenaga ahli yang bertugas merawat dan mengoperasikan mesin.

Di sisi lain, perwakilan buruh khawatir otomatisasi justru mengurangi jumlah tenaga kerja di industri manufaktur. Perdebatan ini diperkirakan semakin besar seiring robot humanoid mulai digunakan secara lebih luas.

Untuk saat ini, revolusi robot humanoid di pabrik belum sepenuhnya terwujud. Teknologi tersebut memang sudah mampu berjalan, mengambil barang, dan menjalankan sejumlah tugas, tetapi manusia masih memiliki satu keunggulan penting, bekerja lebih cepat.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut