Sejarah PO Suharno Group, Berawal dari 3 Bus Menjadi Ratusan Unit
"Semua itu milik Pak Mugi Hartono, sekarang yang pegang cucunya. Awal mulanya cuma kendaraan 3, sampai sekarang ada 400 lebih,” kata Ranu seperti dikutip dalam video di kanal YouTube Tube Nawawi.
Memang, PO Suharno sangat aktif dalam memboyong perusahaan yang terlihat sedang goyah dan hampir bangkrut. Seperti pada 1985, di mana PO Suharno melakukan pembelian seluruh armada PO Sumber Waras, termasuk izin trayeknya.
Bekas pemilik Sumber Waras mengizinkan PO Suharno untuk tetap memakai nama tersebut hingga saat ini. Hal tersebut membuat hubungan keduanya berjalan dengan sangat baik sampai sekarang.
Lalu pada 1987, sebagian bus PO Suharno dialihkan pengelolaannya kepada ibu Suhartati, yang merupakan putri kedua dari Mugi Hartono. Di tangannya, nama armada berubah menjadi PO Prayogo yang diresmikan pada 1988, dengan rute Jogja-Godean-Dekso, dan Jogja-Bantul-Srandakan.
Sekarang, PO Prayogo melebarkan sayapnya hingga ke penyewaan bus pariwisata dengan armada kekinian berkat pengelolaan yang profesional. Bahkan, mereka membuka trayek baru, yaitu Jogja-Cilacap, Jogja-Purwokerto, dan Jogja-Pekanbaru.