Sengaja Terobos Banjir Klaim Asuransi Hangus

Riyandy Aristyo · Selasa, 23 Februari 2021 - 07:39:00 WIB
Sengaja Terobos Banjir Klaim Asuransi Hangus
Meski sudah memperluas asuransi, menerobos banjir dengan sengaja, berisiko klaim asuransi ditolak. (Foto: Infografis/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah ruas jalan di wilayah Jakarta dan sekitarnya tergenang banjir. Banyak pengendara yang nekat menerobos banjir.

Bagaimana dengan klaim asuransi jika terjadi kerusakan? SVP Communication and Customer Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto mengatakan, meski sudah memperluas asuransi, menerobos banjir dengan sengaja, berisiko klaim asuransi ditolak.

"Jika sengaja menerobos banjir meski dinyatakan tidak boleh tapi masih nekat, cover asuransi tidak bisa didapatkan meski sudah diperluas," ujarnya, dalam keterangan tertulis dilansir Selasa (22/2/2021).

Seperti diketahui, hal tersebut sudah diatur dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor di Indonesia (PSAKBI), Bab II terkait Pengecualian, Pasal 3 ayat 3, point 3.2.

Polis tersebut berbunyi, 'Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan/atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan/atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh:

3.2. Gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, badai, tsunami, hujan es, banjir, genangan air, tanah longsor atau gejala geologi atau meteorologi lainnya.

Artinya, jika sudah memiliki asuransi meski dengan perluasan, tidak menjamin pemilik kendaraan bisa mengklaim asuransi. Agar proses klaim asuransi diterima, berikut pejelasannya.

1. Selalu pastikan posisi mobil aman

Pastikan ada opsi untuk memindahkan dan mengevakuasi mobil ke posisi yang lebih tinggi pada saat banjir. Apabila tidak sempat melakukan pemindahan atau evakuasi mobil, pemilik mobil bisa menutup knalpot terlebih dahulu supaya air tidak masuk ke dalam mesin mobil dan merusak mesin.  

2. Lepaskan kabel negatif aki untuk mencegah korsleting listrik

Pemilik mobil jangan ragu untuk melepaskan kabel negatif pada aki/baterai guna mencegah korsleting listrik. Pelepasan kabel ini mencegah rusaknya berbagai macam komponen kelistrikan.

Lakukan pencabutan kabel negatif sebelum mobil terendam. Ciri-ciri kabel negatif pada aki/baterai ditandai dengan simbol - (minus). Kabel yang menempel pada terminal negatif aki adalah warna hitam polos atau yang sejenisnya.

3. Cek kondisi oli

Pengecekan kondisi oli harus dilakukan, karena ada kemungkinan oli tercampur dengan air banjir. Ketika sudah tercampur dengan air banjir, tangki oli harus dikuras habis terlebih dahulu baru kemudian diisi kembali.

Pengurasan sebaiknya dilakukan bengkel resmi. Ciri-ciri oli sudah tercampur air yaitu warna oli berubah menjadi putih seperti susu

4. Jangan menyalakan kendaraan dalam posisi terendam air.

Apabila mobil sudah dalam posisi terendam banjir, jangan langsung menyalakan mesin. Jika dinyalakan bisa mengakibatkan korsleting. Selain itu, air banjir yang masuk ke dalam mesin dapat merusak komponen di dalam mesin. Sebaiknya segera hubungi bengkel resmi untuk mengecek kendaraan yang terendam banjir.

Editor : Dani M Dahwilani