Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Asal Tidur di Mobil dengan Kondisi AC Menyala, Ini Risikonya
Advertisement . Scroll to see content

Tidur di Mobil dengan AC Menyala, Ini 4 Hal Harus Diperhatikan agar Aman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:56:00 WIB
Tidur di Mobil dengan AC Menyala, Ini 4 Hal Harus Diperhatikan agar Aman
Apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin tidur atau beristirahat di dalam mobil dengan AC menyala? (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tidur di mobil dengan pendingin udara (AC) menyala kerap dilakukan pengemudi atau penumpang saat ingin beristirahat dalam perjalanan. Namun, kebiasaan tersebut tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan sejumlah faktor keselamatan, terutama terkait kualitas udara dan kondisi kendaraan.

Risiko tidur di dalam mobil dengan AC menyala selama ini banyak dikaitkan dengan keracunan gas buang. Ancaman tersebut terutama terdapat pada mobil konvensional yang menggunakan mesin pembakaran internal.

Praktisi Bisnis Lingkungan yang akrab disapa Bang Sap mengatakan, mobil listrik memiliki kondisi berbeda karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan gas buang dari proses pembakaran bahan bakar.

"Tidur di dalam mobil listrik dengan AC menyala ternyata enggak berbahaya loh. Kita tahunya kan bisa bikin keracunan gas, bahkan sampai meninggal. Tapi di mobil listrik, ceritanya beda," kata Bang Sap, dikutip Jumat (28/8/2026).

Dia menjelaskan, mobil konvensional menghasilkan gas buang, termasuk karbon monoksida (CO), dari proses pembakaran bahan bakar. Gas tersebut berbahaya apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi, khususnya ketika kendaraan berada di ruang tertutup.

Sementara mobil listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi sehingga tidak memiliki proses pembakaran bahan bakar. Karena itu, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi knalpot karbon monoksida seperti mobil bermesin pembakaran internal.

“Bahkan, beberapa produsen mobil listrik menyediakan fitur khusus, seperti Camp Mode dan Utility Mode. Tapi, yang namanya risiko pasti tetap ada,” ujarnya.

Meski begitu, bukan berarti tidur di mobil listrik dengan AC menyala dapat dilakukan sembarangan. Menurut Bang Sap, kualitas udara di dalam kabin juga perlu diperhatikan karena manusia tetap menghasilkan karbon dioksida (CO2) saat bernapas.

"Walaupun mobil listrik enggak menghasilkan karbon monoksida, kita sendiri yang menghasilkan karbon dioksida dari napas. Kalau udara di kabin terus-terusan cuma diputar menggunakan mode recirculation dengan sedikit udara masuk, karbon dioksida bisa menumpuk," katanya.

Penumpukan CO2 dapat menurunkan kualitas udara di dalam kabin. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih mengantuk, cepat lelah, hingga mengalami penurunan konsentrasi.

“Penelitian tentang kualitas udara di kabin menunjukkan recirculation menjadi faktor utama meningkatnya karbon dioksida. Artinya, kualitas udara bisa berpengaruh pada rasa mengantuk, lelah, dan menurunnya kemampuan konsentrasi,” ujarnya.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin tidur atau beristirahat di dalam mobil dengan AC menyala?

1. Gunakan Fitur Khusus Kendaraan

Beberapa mobil listrik menyediakan fitur seperti Camp Mode atau Utility Mode. Fitur tersebut memungkinkan fungsi tertentu kendaraan, termasuk AC, tetap bekerja ketika mobil dalam kondisi parkir.

Pengguna sebaiknya memahami fungsi dan batasan fitur tersebut sebelum menggunakannya untuk beristirahat atau tidur di dalam mobil.

2. Perhatikan Sirkulasi Udara

Sirkulasi udara menjadi salah satu faktor penting ketika seseorang berada di dalam kabin dalam waktu lama. Jangan mengandalkan mode recirculation secara terus-menerus tanpa adanya pertukaran udara segar dari luar.

Hal ini penting untuk mencegah penumpukan CO2 yang dihasilkan dari pernapasan penumpang di dalam kabin.

3. Pastikan Baterai atau Bahan Bakar Mencukupi

Pada mobil listrik, AC yang tetap menyala ketika kendaraan diparkir tetap menggunakan energi baterai. Karena itu, pastikan kapasitas baterai mencukupi sebelum memutuskan beristirahat dalam waktu lama.

Pengguna juga perlu memperhitungkan daya yang tersisa agar kendaraan tetap memiliki energi yang cukup untuk melanjutkan perjalanan setelah beristirahat.

4. Pilih Lokasi Parkir yang Aman
Lokasi parkir juga tidak boleh diabaikan. Hindari tidur di dalam kendaraan yang berada di garasi atau ruang tertutup.

Pada mobil konvensional, gas buang yang mengandung karbon monoksida dapat menjadi ancaman apabila terakumulasi di ruang tertutup. Selain itu, pada kendaraan listrik sekalipun, lokasi dengan ventilasi buruk tetap tidak ideal untuk beristirahat dalam waktu lama.

Dengan memahami perbedaan sistem penggerak kendaraan serta memperhatikan kondisi kabin, aktivitas beristirahat di dalam mobil dengan AC menyala dapat dilakukan dengan lebih aman. Namun, pengguna tetap harus memperhatikan sirkulasi udara, daya kendaraan, dan lokasi parkir agar kenyamanan tidak mengabaikan keselamatan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut