5 Tips Berkendara Motor Aman di Jalan Macet, Awas Jangan Gampang Emosi
JAKARTA, iNews.id - Kemacetan sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, terutama di kota-kota besar. Padatnya volume kendaraan dan aktivitas masyarakat yang tinggi membuat pengendara harus lebih sabar serta waspada ketika menghadapi lalu lintas yang bergerak lambat.
Kondisi macet tidak hanya menguras waktu dan tenaga. Situasi tersebut juga dapat memicu kejenuhan, menurunkan konsentrasi, hingga membuat pengendara lebih mudah terpancing emosi.
Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengingatkan pengendara untuk tetap mengutamakan keselamatan meski berada dalam kondisi lalu lintas padat. Menurut dia, kemacetan justru membutuhkan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi.
“Banyak orang menganggap kemacetan hanya menghabiskan waktu. Padahal, kondisi lalu lintas yang padat justru membutuhkan tingkat kesabaran dan kewaspadaan yang lebih tinggi. Melalui kampanye cari aman, kami ingin mengingatkan bahwa keselamatan tidak ditentukan oleh cepat atau lambatnya kendaraan melaju, tetapi oleh setiap keputusan yang diambil pengendara selama berada di jalan,” ujar Agus Sani dalam keterangan pers, Kamis (13/8/2026).
Untuk membantu pengendara motor tetap aman selama menghadapi kemacetan, terdapat sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan. Berikut lima tips berkendara aman saat jalan macet.
1. Jaga Jarak Aman
Meski kendaraan bergerak perlahan, pengendara tetap perlu memberikan ruang yang cukup dengan kendaraan di depannya. Jarak aman memberikan kesempatan untuk melakukan pengereman ketika kendaraan di depan berhenti secara tiba-tiba.
Kebiasaan ini penting untuk mengurangi risiko tabrakan beruntun, terutama saat arus lalu lintas bergerak tidak menentu.
2. Tetap Fokus dan Waspada
Kecepatan kendaraan yang rendah bukan alasan untuk mengurangi konsentrasi. Pengendara tetap harus memperhatikan pergerakan kendaraan di sekitar, pejalan kaki, hingga berbagai hambatan yang bisa muncul secara tiba-tiba.
Konsentrasi yang terjaga membantu pengendara mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat ketika situasi berubah.
3. Jangan Asal Selap-selip
Kemacetan sering membuat pengendara ingin mencari celah agar bisa bergerak lebih cepat. Namun, memaksakan sepeda motor melewati ruang sempit di antara kendaraan dapat meningkatkan risiko senggolan hingga kecelakaan.
Lebih baik mengikuti arus lalu lintas dengan sabar daripada mengambil manuver berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
4. Patuhi Rambu dan Marka Jalan
Pengendara tetap wajib mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan meski sedang terjebak kemacetan. Hindari menggunakan trotoar, melawan arus, atau mengambil jalur yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan.
Aturan tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 105 mengatur kewajiban setiap pengguna jalan untuk berperilaku tertib demi menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
5. Jangan Gampang Terpancing Emosi
Kemacetan yang berlangsung lama dapat membuat pengendara merasa jenuh dan frustrasi. Namun, emosi yang tidak terkendali justru dapat mendorong seseorang melakukan manuver agresif dan mengambil keputusan secara terburu-buru.
Sebab itu, pengendara perlu menjaga ketenangan, menghormati pengguna jalan lain, serta tidak mudah terpancing oleh perilaku pengendara di sekitarnya.
“Budaya cari aman dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga jarak aman, mematuhi aturan lalu lintas, menghormati sesama pengguna jalan, serta mampu mengendalikan emosi. Jika kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, bukan hanya perjalanan menjadi lebih nyaman, tetapi juga mampu menekan risiko kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih tertib bagi semua pengguna jalan,” kata Agus Sani.
Kemacetan memang sulit dihindari dalam aktivitas sehari-hari. Namun, pengendara dapat memilih untuk tetap tenang, disiplin, dan mengutamakan keselamatan agar perjalanan berlangsung lebih aman bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Editor: Dani M Dahwilani