Berkendara Motor saat Berpuasa Ramadan, Ini 5 Hal Penting Harus Diperhatikan
3. Asupan yang Cukup Saat Sahur
Sahur berperan sebagai sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur atau mengonsumsi makanan tidak seimbang dapat membuat tubuh cepat lemas saat beraktivitas.
Pastikan asupan karbohidrat, protein, serat, serta cairan terpenuhi dengan baik. Tubuh yang terhidrasi optimal membantu menjaga daya tahan dan konsentrasi selama berkendara.
4. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap
Perlengkapan berkendara bukan sekadar formalitas. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu merupakan perlindungan utama saat terjadi risiko di jalan.
Selain melindungi tubuh, perlengkapan lengkap juga meningkatkan rasa percaya diri. Kenyamanan selama perjalanan pun lebih terjamin meski dalam kondisi berpuasa.
5. Jaga Jarak Aman
Menjaga jarak aman antar kendaraan menjadi hal krusial, terutama ketika kondisi tubuh tidak seprima biasanya. Jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat.
Disiplin menjaga jarak adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Langkah sederhana ini dapat mencegah tabrakan beruntun yang sering terjadi saat lalu lintas padat.
Agus Sani mengingatkan pengendara tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah terasa lelah. Beristirahat sejenak di tempat aman merupakan keputusan bijak demi keselamatan.
“Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak. Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadan,” kata Agus Sani.
Melalui penerapan lima poin ini diharapkan para pengguna sepeda motor tetap bisa menjalani aktivitas selama Ramadan dengan aman dan nyaman. Keselamatan berkendara bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga wujud kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.
Editor: Dani M Dahwilani