Dampak Covid-19, Bengkel Motor Terancam Gulung Tikar Omzet Turun 90 Persen

Riyandy Aristyo ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 12:09 WIB
Dampak Covid-19, Bengkel Motor Terancam Gulung Tikar Omzet Turun 90 Persen

Sejumlah bengkel motor di Jakarta terancam gulung tikar akibat penurunan omzet hingga 90 persen selama pandemi Covid-19. (Foto: Dok/Pertamina Lubricant)

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah bengkel motor di Jakarta terancam gulung tikar akibat penurunan omzet selama pandemi Covid-19. Penurunan mencapai 90 persen dari sebelum masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Omzet kami saat ini turun dratis selama Covid-19 mewabah. Bisa sampai 90 persen," ujar pemilik bengkel Sahabat Jaya Motor, Martinus Pae, saat dihubungi iNews.id, Selasa (27/5/2020).

Martinus mengatakan, biasanya omzet yang masuk dalam sehari mencapai bisa Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Tapi sekarang paling tinggi dalam sehari hanya mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.

"Bahkan pernah Rp50 ribu. Kalau dulu bisa Rp700 ribu sampai Rp1 juta, jadi bisa untuk gaji karyawan. Kalau seperti sekarang, bagaimana bayar karyawan," kata Martinus.

Menurut Martinus, sejak adanya virus corona, orang-orang takut keluar rumah. Motor yang biasanya dikendarai jadi banyaj didiamkan dan tidak perlu di servis ke bengkel.

"Sejak ada virus corona dan aturan PSBB, yang servis motor jadi berkurang. Karena mereka kan diam di rumah terus, motornya juga jarang dipakai, jadi tidak perlu di servis lagi," katanya.

Biasanya, dalam satu hari, bengkelnya bisa men-servis sepeda motor 10 unit lebih. Sementara saat ini, dapat dua motor sudah bersyukur. Itupun hanya ganti oli.

"Ada yang datang paling hanya ganti oli. Untuk service sepeda motor hampir tidak ada. Tidak seperti sebelum adanya corona. Apalagi orang sudah tidak boleh mudik," ujarnya. 

Editor : Dani Dahwilani