Ini Jadinya Jika Sepeda Motor Pakai Oli Mobil, Jangan Salah Kaprah
Oleh karena itu, sudah seharusnya pemilik kendaraan bijaksana dalam menggunakan oli khusus motor yang dapat menampung kinerja motor secara maksimal.
Pertama, kapasitas dan ukuran mesin mobil lebih besar jika dibandingkan dengan mesin motor. Mobil memiliki RPM atau putarannya tentu saja terlalu tinggi karena mesinnya lebih besar. Sementara pada sepeda motor yang mesinnya lebih kecil tentu, memiliki RPM yang lebih tinggi dan berefek pada putaran motor yang lebih tinggi. Maka dari itu, jenis pelumas juga harus dibedakan.
Alasan berikutnya adalah tingkat stress oli. Seperti yang sudah diketahui, putaran motor yang lebih tinggi membuat tingkat stress oli juga lebih tinggi. Sehingga sistem pendinginan mesin motor tidak sama seperti mobil.
Jika mobil menggunakan radiator untuk mendinginkan mesin, sedangkan sistem pendinginan motor ada dua, yaitu radiator dan angin. Dalam kondisi macet, motor yang menggunakan sistem pendingin angin akan membuat tingkat stress oli motor meningkat oleh karena itu, jenis oli mobil sebenarnya tidak cocok jika digunakan untuk motor.
Formulasi zat aditif pada oli sepeda motor dan mobil juga berbeda. Sebab, pada dasarnya oli mesin diciptakan sesuai dengan masing-masing fungsi dan kinerja kendaraan.
Dengan kata lain, anggapan mengenai performa sepeda motor akan lebih jika memakai oli mobil adalah tidak tepat. Cara memilih oli yang bagus untuk sepeda motor atau mobil adalah dengan menyesuaikan karakter serta kebutuhan kendaraan.
Editor: Komaruddin Bagja