Jangan Tunggu V-Belt Putus, Kenali 3 Tanda CVT Motor Matik Mulai Rusak
JAKARTA, iNews.id - Pengguna sepeda motor matik perlu mengenali tanda-tanda kerusakan Continuously Variable Transmission (CVT) agar terhindar dari risiko motor mogok di jalan. Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah drive belt atau v-belt yang berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.
Komponen ini bekerja di dalam rumah CVT sehingga kondisinya tidak dapat dipantau secara langsung dari luar. Seiring pemakaian, v-belt dapat mengalami keausan yang berpotensi mengganggu kinerja transmisi jika tidak diperiksa secara berkala.
Sebab itu, pengendara perlu peka terhadap perubahan suara dan respons motor saat digunakan. Pemeriksaan rutin juga penting untuk mendeteksi potensi kerusakan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Wahyu Budhi mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan gejala yang tidak biasa pada sepeda motor.
“Pengendara perlu memperhatikan perubahan suara dan respons sepeda motor saat digunakan. Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan serius,” ujar Wahyu Budhi dalam keterangan pers Senin (26/10/2026)
Berikut tiga tanda CVT motor matik bermasalah yang perlu dikenali pengendara.
1. Muncul Suara Decitan dan Getaran Tidak Normal
Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah munculnya suara decitan dari area CVT, terutama saat motor mulai bergerak. Suara tersebut bisa berkaitan dengan kondisi v-belt maupun komponen transmisi lainnya.
Selain suara tidak normal, pengendara juga perlu memperhatikan getaran berlebih ketika berakselerasi dari posisi diam. Jika tarikan motor terasa berbeda dari biasanya, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada sistem transmisi.
Meski demikian, suara decitan dan getaran tidak selalu menandakan v-belt rusak. Pemeriksaan oleh mekanik diperlukan untuk memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
2. Perhatikan Kondisi dan Usia Pakai V-Belt
V-belt berada di dalam rumah CVT sehingga pemeriksaan kondisi fisiknya membutuhkan pembongkaran penutup transmisi oleh mekanik.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat retakan, keausan, atau kerusakan pada bagian bergerigi. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena v-belt berperan penting dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.
Pengendara juga disarankan mengikuti jadwal perawatan sesuai buku pedoman pemilik kendaraan. Pada interval tertentu, termasuk setiap kelipatan 8.000 kilometer untuk pemeriksaan sesuai jadwal model terkait, mekanik dapat mengevaluasi kondisi komponen sekaligus membersihkan ruang CVT.
Namun, jarak tempuh penggantian v-belt dapat berbeda pada setiap tipe sepeda motor. Sebab itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan dan tidak menunggu hingga v-belt putus untuk melakukan penggantian.
3. Gunakan Suku Cadang Sesuai Spesifikasi
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan v-belt perlu diganti, pastikan komponen pengganti sesuai dengan spesifikasi sepeda motor. Penggunaan Honda Genuine Parts (HGP) yang sesuai dengan tipe kendaraan menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kesesuaian komponen dengan sistem transmisi. Ukuran dan karakteristik v-belt yang tepat diperlukan agar penyaluran tenaga dapat bekerja sesuai rancangan kendaraan.
Selain mengganti v-belt,e mekanik juga perlu memeriksa komponen CVT lainnya untuk memastikan tidak ada bagian yang mengalami keausan atau kerusakan. Pemeriksaan menyeluruh membantu mendeteksi sumber masalah dan mengurangi risiko gangguan berulang setelah perbaikan dilakukan.
Wahyu Budhi menegaskan perawatan CVT perlu dilakukan sesuai jadwal dan ditangani mekanik yang kompeten.
“Perawatan CVT sebaiknya dilakukan sesuai jadwal dan ditangani oleh mekanik yang kompeten. Dengan pemeriksaan menyeluruh serta penggunaan suku cadang orisinal, konsumen dapat menjaga kondisi sepeda motor agar tetap nyaman dan andal untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ujar Wahyu Budhi.
Dengan mengenali perubahan suara, memperhatikan respons motor, dan melakukan pemeriksaan rutin, pengendara dapat mendeteksi potensi masalah CVT lebih awal. Langkah ini penting untuk menjaga performa sepeda motor matik sekaligus mengurangi risiko v-belt putus saat berkendara.
Editor: Dani M Dahwilani