Cara Orang Memiliki Mobil di Masa Depan Akan Berubah

Antara ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 05:30 WIB
Cara Orang Memiliki Mobil di Masa Depan Akan Berubah

Cara konsumen memiliki mobil diperkirakan berubah, seiring dengan gaya hidup praktis dan tidak ingin ribet mulai dari urusan beli mobil, asuransi, pajak hingga perawatan. (Foto: Dok/Toyota)

JAKARTA, iNews.id - Cara konsumen memiliki mobil diperkirakan berubah, seiring dengan gaya hidup praktis dan tidak ingin ribet mulai dari urusan membeli mobil, asuransi, pajak, hingga perawatan kendaraan. Seperti apa itu?

"Berkembangnya era digital saat ini membuat seseorang dengan mudah mengakses semua kebutuhan melalui internet tanpa repot," kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Finance (TAF) Agus Prayitno dilansir, Kamis (9/7/2020).

Ini mendorong peningkatan kebutuhan pelanggan pada model bisnis berlangganan atau subscription di pasar ritel dan digital. "Tren tersebut membawa perubahan pada cara orang menggunakan mobil pribadi, yang tidak perlu lagi memiliki tapi cukup berlangganan sesuai kebutuhan pemakaian dan selera," kata Agus.

Untuk itu, kata dia, TAF menghadirkan Kinto One sebagai cara baru orang memiliki kendaraan pribadi dalam jangka waktu lama dengan sistem berlangganan, dan bisa diakses melalui internet.

"Jadi bisa order dari rumah. Apalagi saat ini pergerakan orang dibatasi dengan PSBB meskipun telah dilonggarkan," ujarnya.

Agus menerangkan Kinto One berbeda dengan rent a car. Pelanggan bisa mendapatkan mobil baru yang dia sukai dengan cara berlangganan selama periode tertentu, misalnya 3 tahun, dan durasi pemakaiannya beragam mulai mulai dari 15.000 km sampai 40.000 km per tahun.

"Kinto One juga menawarkan biaya berlangganan yang terjangkau mulai dari Rp4 jutaan/bulan," katanya.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menambahkan Kinto One diperkenalkan di Indonesia, setelah Jepang dan Thailand, karena dianggap orang Indonesia lebih mudah dan cepat berubah terhadap tren gaya hidup, seperti yang terlihat pada penggunaan aplikasi online untuk pesan transportasi, makanan, maupun belanja.

"Ini tidak terkait dengan kenaikan GDP tapi gaya hidup. Itu yang membuat kami yakin Kinto One bisa diterima pasar Indonesia," katanya.

Editor : Dani Dahwilani