Daihatsu Prediksi Penjualan Mobil pada Mei Makin Ambyar, Whole Sales 0 Unit

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 07:59 WIB
Daihatsu Prediksi Penjualan Mobil pada Mei Makin Ambyar, Whole Sales 0 Unit

Penjualan retail sales pada Mei akan turun di atas 40 persen dari bulan sebelumnya, dan whole sales 0 unit, karena pabrik stop produksi. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia telah memukul sektor industri otomotif. Di mana selama PSBB banyak dealer dan pabrik tutup.

Di samping itu, selama Mei masyarakat memilih tetap di rumah terkait larangan aktivitas di luar dan larangan mudik. Sesuai aturan PSBB, beberapa sektor bisnis yang dianggap tidak penting juga diminta untuk menghentikan usaha.

Dampaknya berimbas pada penjualan mobil. Apalagi beberapa daerah di luar wilayah Jabodetabek pada Mei mulai menerapkan PSBB. Outlet-outlet kendaraan juga tutup, hanya melayani emergency.

"Saya rasa penjualan retail sales (dealer ke konsumen) pada Mei akan turun di atas 40 persen dari bulan sebelumnya, dan whole sales (pabrik ke delaer) malah lebih parah 0 unit. Ini karena selama Mei operasi pabrik dihentikan," ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor(ADM) Amelia Tjandra dalam video conferense dengan media, kemarin.

Dia menuturkan, pada Mei tidak ada suplai dari pabrik hanya menghabiskan sisa produksi pada April. Jika tidak ada demand pabrik tidak akan produksi untuk menjaga keseimbangan stok produk dengan penjualan.

"Jadi kami hanya menghabiskan stok kendaraan yang ada. Sementara permintaan kurang akibat daya beli masyarakat turun terkait situasi ekonomi dampak wabah corona," katanya.

Di samping itu, lanjut Amelia, approval untuk pembelian kendaraan melalui kredit saat ini tidak mudah, karena perusahaan pembiayaan memperketat persyaratan calon konsumen.

"Mereka tidak mau ambil risiko di tengah situasi ekonomi sekarang. Ini dapat dilihat dari tren konsumen yang membeli mobil cash meningkat di tengah volume penjualan yang turun," katanya.

Dia menyebutkan, sampai saat ini Daihatsu terus menerapkan peraturan pemerintah tentang PSBB dengan menghentikan produksi sementara di pabrik. Dalam pelayanan, outlet dan bengkel resmi di Jakarta dan wilayah yang menerapkan PSBB juga memberhentikan sementara operasionalnya. Pelanggan dapat tetap mengakses layanan Daihatsu via online dan aplikasi Astra Daihatsu Mobile.

Diketahui, Daihatsu mencatatkan penjualan retail sales pada Januari-April 2020 sebanyak 44.300 unit. Raihan ini turun sebesar 26,9 persen dari tahun sebelumnya 60.700 unit. Adapun pada April hanya mencetak penjualan 5.200 unit.

Sementara penjualan mobil nasional pada Januari-April 2020 hanya mencapai 243.600 unit, turun 28,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 340.600 unit. "Penjualan mobil nasional pada Mei secara keseluruhan akan lebih jeblok, kemungkinan hanya sekitar 15.000 unit," ujar Amelia.

Sumber: Daihatsu
Sumber: Daihatsu

Editor : Dani Dahwilani