Ekspansi, Sany Rambah Pembiayaan Alat Berat di Indonesia
Bryan menambahkan, perusahaan juga memiliki akses informasi terkait unit yang dibiayai. Hal ini dinilai membantu perusahaan memahami karakteristik produk sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan pelanggan.
Keterhubungan dalam satu ekosistem bisnis turut membuka peluang cross-selling, yakni menawarkan produk atau layanan lain dalam grup kepada nasabah yang sudah ada.
Dari sisi target bisnis, Sany Indonesia Finance menggunakan nilai pembiayaan yang disalurkan sebagai indikator utama, bukan jumlah unit yang dibiayai. Pendekatan ini mempertimbangkan perbedaan karakteristik dan nilai pembiayaan setiap produk.
Perusahaan menargetkan net booking sekitar Rp1,5 triliun pada 2027. Sementara itu, target jangka menengah dan panjang belum ditetapkan untuk dipublikasikan karena masih menunggu pembahasan dan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sementara itu, President Commissioner PT Sany Indonesia Sanjay Ramchand mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Sany Group. Kehadiran perusahaan pembiayaan tersebut diharapkan memperluas dukungan bagi pelanggan dan mitra bisnis sekaligus mendorong perkembangan industri alat berat dan konstruksi.