Harga Dipangkas hingga Rp100 Juta, Mobil Bekas Masih Sepi Pembeli

Riyandy Aristyo · Jumat, 05 Juni 2020 - 10:51:00 WIB
Harga Dipangkas hingga Rp100 Juta, Mobil Bekas Masih Sepi Pembeli
Pedagang mobil bekas terpaksa menurunkan harga hingga Rp100 juta agar bisnis tidak gulung tikar, namun penjualan tetap sepi. (Foto: News18)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 dirasakan sejumlah pedagang mobil bekas di Jakarta sebagai krisis yang sangat berat. Mereka terpaksa menurunkan harga hingga Rp100 juta agar bisnis tidak gulung tikar.

"Masa seperti ini (pandemi Covid-19) yang paling sulit untuk jualan. Saya bahkan sudah menurunkan harga mobil bekas sampai 50 persen, tapi masih sepi pembeli," kata pebisnis mobil bekas Carsell Cinere, Budi Subandono, saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.

Sejumlah mobil yang biasanya laku seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Brio dan Mitsubishi Xpander turun lumayan besar. Padahal, peminat mobil-mobil tersebut lumayan membeludak.

"Avanza dan Xenia tahun 2017 harganya saya turunkan jadi Rp100 jutaan. Untuk Honda Brio ada yang di atas Rp100 juta, ada juga yang di bawahnya. Kalau Xpander saya jual Rp150 jutaan," ujarnya.

Tak hanya Budi, pemilik dealer mobil bekas Wahana Sentosa Depok, Agus Sentosa juga merasakan sepi pembeli meski beberapa produknya sudah turun harga.

"Kalau MPV harganya saya turunkan sampai Rp100 jutaan. Hanya LCGC saja yang turunnya tidak banyak. Misalnya Toyota Agya tahun 2010 saya jual Rp60 juta hingga Rp70 juta," katanya.

Menurut Agus, pembeli mobil dari segmen LCGC (Low Cost Green Car), masih ada walaupun hanya satu atau dua orang. Alasannya karena akan dijadikan taxi online. "Rata-rata yang beli LCGC karyawan yang kena PHK, jadi mereka beralih jadi driver taxi online," ujar Agus.

Agus berharap dengan adanya kebijakan 'New Normal' penjualan mobil bekas bisa kembali tumbuh. Meski tidak 100 persen pertumbuhannya, minimal masih bisa bertahan dan tak gulung tikar. 

Editor : Dani M Dahwilani