Mitsubishi Sudah Mencium Penurunan Penjualan Mobil sejak Januari

Dani M Dahwilani ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 06:07 WIB
Mitsubishi Sudah Mencium Penurunan Penjualan Mobil sejak Januari

PT Angkasa Pura II menerapkan prosedur baru guna memastikan proses keberangkatan penumpang sesuai protokol kesehatan dengan pengawasan ketat. (Foto: Dok/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Dampak virus corona (Covid-19) telah membuat industri otomotif Indonesia terpuruk. Kondisi ini sudah dirasakan Mitsubishi sejak Januari 2020, dengan penjualan mobil nasional rata-rata di bawah 80.000 unit.

Director of Sales dan Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro mengungkapkan sinyal penurunan permintaan konsumen sudah muncul sebelum ada virus corona (Covid-19) di Indonesia.

"Sebetulnya, sebelum pandemi Covid-19 atau dari Januari - Februari sudah terjadi penurunan. Dampak pandemi itu baru terasa pada bulan Maret. Kemudian makin parah di bulan April dan juga Mei ini yang semakin turun," ujar Irwan dalam video conference, Selasa (19/5/2020) sore.

Irwan menuturkan, tren penurunan bisa dilihat dari capaian penjualan sepanjang 2020 yang merujuk target 1 juta unit per tahun dari Gaikindo (tahuun lalu 1.050.000 unit). Di mana rata-rata per bulan seharusnya di kisaran 80.000 unit.

Saat itu penyebabnya adalah banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek. Di mana wilayah ini penyumbang tertinggi penjualan mobil di Indonesia.

Masuk Maret, lanjut dia, penjualan otomotif anjlok dari sekitar 70.000 unit pada Februari menjadi 55.000 unit. Pada April lebih parah lagi menjadi 33.000 unit.

"Angka persisnya bisa dilihat data Gaikindo. Jadi bisa dibayangkan dari 75.000 turun menjadi 33.000 unit pada April. Bulan Mei mungkin akan turun lagi sampai setengahnya," kata Irwan.

Meski demikian, lanjut Irwan, secara umum Mitsubishi masih mempertahankan market share di angka 11 persen lebih. Bahkan, pada April mencapai 12 persen. "Jadi penjualan kita mengikuti tren pasar yang ada. Di mana secara nasional penjualan memang sedang turun," ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani