Pembiayaan Otomotif Naik 15,9 Persen, Astra Financial Bidik Transaksi Rp2 Triliun di GIIAS 2026
Selain penjualan kendaraan, sektor multifinance juga mencatat pertumbuhan. Piutang pembiayaan pada Januari-Mei 2026 mencapai Rp513,2 triliun atau naik 1,7 persen secara tahunan, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 3,06 persen.
Presiden Direktur Astra Rudy mengatakan industri otomotif masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional karena mampu memberikan kontribusi terhadap sektor manufaktur, penyerapan tenaga kerja, hingga pemberdayaan UMKM.
"Kami berharap GIIAS 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat optimisme, mendorong inovasi, dan mengakselerasi pertumbuhan industri otomotif nasional yang pada akhirnya berdampak bagi perekonomian nasional," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Astra sekaligus Director In-Charge Astra Financial Siswadi mengatakan kehadiran Astra Financial di GIIAS 2026 tidak hanya menghadirkan layanan pembiayaan kendaraan, tetapi juga mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui sinergi ACC, TAF, FIFGROUP, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, dan Bank Saqu.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ACC-TAF juga mencatat penyaluran pembiayaan otomotif sebesar Rp29 triliun dengan pangsa pasar mencapai 29,2 persen berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi Astra Financial untuk mengejar target transaksi hingga Rp2 triliun dan 5.000 SPK selama penyelenggaraan GIIAS 2026.
Editor: Dani M Dahwilani