Penjualan Mobil di China Sebulan 2 Juta Unit, Indonesia Setahun Hanya 1 Juta

Dani M Dahwilani ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:22 WIB
Penjualan Mobil di China Sebulan 2 Juta Unit, Indonesia Setahun Hanya 1 Juta

Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mencatat penjualan mobil naik menjadi 2,11 juta unit pada Juli 2020. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Penjualan mobil di China, pasar otomotif terbesar di dunia pada Juli 2020 naik 16,4 persen dari tahun sebelumnya. Ini menjadi kenaikan bulan keempat berturut-turut setelah ambruk akibat lockdown selama pandemi Covid-19.

Dilansir dari Reuters, Selasa (11/8/2020), Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mencatat penjualan mobil naik menjadi 2,11 juta unit pada Juli 2020. Namun, secara tahunan penjualan turun 12,7 persen di angka 12,37 juta unit.

Bila dibandingkan dengan Indonesia, penjualan mobil di China pada Juli 2020 jauh melampaui penjualan mobil nasional dalam setahun. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) total penjualan mobil pada 2019 hanya 1.026.921 unit (turun 10,81 persen dari penjualan 2018 yang mencapai 1.151.413 unit).

Bahkan dengan adanya pandemi Covid-19, Gaikindo pun merevisi target penjualan mobil pada 2020 dari semula 1,05 juta unit menjadi hanya 600.000 unit.

Di sisi lain, CAAM memperkirakan penjualan mobil di China tahun ini turun sekitar 10 persen. Namun, bila gelombang kedua Covid-19 terjadi bisa memperdalam penurunan menjadi sekitar 20 persen.

Sementara penjualan kendaraan energi baru (NEV) mengakhiri penurunan 12 bulan berturut-turut dengan kenaikan 19,3 persen menjadi 98.000 unit. NEV termasuk kendaraan listrik bertenaga baterai, plug-in hybrid (bensin-listrik), dan kendaraan bahan bakar sel hidrogen.

“Pertumbuhan penjualan menunjukkan produsen NEV dan pelanggan terbiasa dengan kondisi New Normal setelah pemerintah memangkas subsidi pada tahun lalu,” kata Xu Haidong, pejabat senior CAAM.

Mereka memperkirakan penjualan NEV menyentuh angka 1,1 juta unit pada tahun ini, turun sekitar 11 persen dari tahun lalu.

Editor : Dani Dahwilani