Penjualan Mobil di China Turun 79 Persen akibat Virus Korona, Berikut Faktanya

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 08:43 WIB
Penjualan Mobil di China Turun 79 Persen akibat Virus Korona, Berikut Faktanya

Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) melaporkan penjualan mobil pada Februari 2020 turun 79 persen. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) melaporkan penjualan mobil pada Februari 2020 turun 79 persen. Angka ini hampir sama dengan data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang melaporkan penurunan penjualan 80 persen.

Atas kondisi ini, mereka berharap pemerintah China membantu memberikan pemotongan pajak pembelian kendaraan kecil, sebagai upaya mendukung penjualan terutama di pasar pedesaan dan pelonggaran persyaratan emisi kendaraan.

CAAM mencatat penjualan pada Februari di pasar mobil terbesar dunia itu turun menjadi 310.000 unit dari tahun sebelumnya. "Penjualan mobil di China pada Februari kembali ke level yang tidak terlihat sejak 2005," ujar Chen Shihua, pejabat senior di CAAM, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (13/3/2020).

CAAM mengatakan pihaknya juga meminta pihak berwenang untuk memperluas subsidi untuk kendaraan energi baru, mengurangi pembatasan jumlah konsumen di kota-kota besar yang membeli mobil ramah lingkungan dan memperluas investasi dalam infrastruktur, seperti stasiun pengisian.

"Pemerintah akan mempertimbangkan proposal ini, tetapi tidak mungkin mereka akan meluncurkan begitu banyak kebijakan," kata Yale Zhang, kepala konsultan AutoForesight berbasis di Shanghai.

Penjualan mobil jatuh karena konsumen memilih tetap tinggal di rumah dan jauh dari dealer untuk menghindari wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 3.100 orang di ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Dikutip dari Reuters, berikut data penjualan merek-merek mobil di China pada Februari 2020:

- BAIC BluePark, unit mobil listrik Grup BAIC milik negara, menjual 1.002 unit pada Februari. Angka ini turun 65,1 persen dari tahun sebelumnya.

- Pembuat kendaraan listrik Shenzhen BYD menjual 5.501 mobil bulan lalu, turun 79,5 persen.

- Chongqing Changan Automobile yang berbasis di Chongqing, memiliki usaha patungan dengan Ford dan Mazda menjual 28.763 unit pada bulan lalu, turun 73,7 persen.

- Dongfeng Motor Group, berbasis di Wuhan, pusat virus korona hanya menjual 26.117 unit pada bulan lalu, turun 80,7 persen.

- Usaha patungan Ford dengan Changan menjual 4.089 unit kendaraan pada bulan lalu, turun 39,9 persen.

- GAC yang berbasis di Guangzhou, memiliki perusahaan patungan dengan Toyota, Honda, Mitsubishi dan FCA, hanya menjual 19.347 unit kendaraan pada Februari, turun 81,1 persen.

- Geely Automobile melaporkan menjual 21.168 unit mobil Geely dan Lynk & Co pada bulan lalu, turun 75 persen.

- Perusahaan patungan General Motors Shanghai dengan SAIC Motor menjual 7.612 unit pada Februari, turun 92,2 persen.

- Usaha GM di Guangxi dengan SAIC Motor dan mitra lokal menjual 11.800 unit pada Februari, turun 88,1 persen.

- Great Wall, salah satu produsen kendaraan sport terkemuka di China hanya menjual 10.023 unit mobil pada Februari, turun 85,5 persen.

- Honda Motor, yang memiliki usaha patungan dengan GAC dan Dongfeng berbasis di Hubei menjual 11.288 unit mobil di China pada bulan lalu, turun 85,1 persen.

- Mitra kendaraan listrik Volkswagen JAC yang bermarkas di Anhui menjual 11.550 unit pada Februari, turun 63,4 persen.

- JMC, di mana Ford juga memiliki saham, menjual 4.672 kendaraan pada Februari, turun 64,5 persen.

- Usaha mobil Jepang Mazda dengan Changan menjual 1.759 unit mobil pada bulan lalu, turun 74,5 persen.

- Pembuat kendaraan listrik Nio Inc mengirim 707 unit mobil pada Februari, turun 12,8 persen.

- Nissan melalui perusahaan patungan dengan Dongfeng penjualannya turun 80,3 persen menjadi 15.111 unit pada Februari.

- Perusahaan patungan utama Peugeot SA dengan Dongfeng hanya menjual 735 unit pada bulan lalu, turun 88,8 persen.

- Usaha patungan utama Renault dengan Dongfeng tidak menjual mobil satu pun pada Februari 2020. Padahal, pada Februari tahun sebelumnya terjual 1.470 unit.

- Produsen mobil terbesar SAIC Motor, yang memiliki usaha patungan dengan Volkswagen dan General Motors, mengatakan penjualan grup turun 86,9 persen menjadi 47.365 unit.

- Produsen mobil Jepang, Toyota, yang memiliki usaha patungan dengan FAW Group dan GAC hanya menjual 23.800 unit, termasuk mobil premium Lexus, turun 70,2 persen.

- Usaha patungan Volkswagen Shanghai dengan SAIC Motor menjual 10.000 unit mobil pada bulan lalu, turun 91,0 persen.

Editor : Dani Dahwilani