Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Tragis Pengantin Baru di Takalar, Istri Ditikam Suami hingga Kritis
Advertisement . Scroll to see content

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Bener Meriah Meningkat

Rabu, 08 November 2017 - 17:24:00 WIB
Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Bener Meriah Meningkat
Pasangan suami istri pelaku kekerasan anak angkat hingga meninggal, saat memberikan keterangan kepada petugas Polres Bener Meriah, Aceh. (Foto: iNews/Yusradi)
Advertisement . Scroll to see content

BENER MERIAH, iNews.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada tahun 2017 meningkat 27 persen dibanding tahun sebelumnya. Polres Bener Meriah berupaya menekan angka tersebut dengan memperbanyak sosialisasi melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Kapolres Bener Meriah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fahmi Irwan Ramli memaparkan, selama Januari sampai Oktober 2016, ada 22 kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak. Sementara periode Januari sampai Oktober 2017, sudah mencapai 27 kasus. “Jadi, ada peningkatan kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak sebesar 27 persen di tahun 2017,” kata AKBP Irwan Ramli.

Dia memaparkan, dua kasus kekerasan terhadap anak yang baru-baru ini ditangani Polres Bener Meriah di antaranya kekerasan dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 10 Oktober 2017 lalu ini melibatkan pasangan suami istri Rasto dan Jamilah, orang tua angkat korban. Korban mengalami kekrasan hingga meninggal dunia.

“Terakhir, kasus pencabulan oleh seorang pemuda terhadap yang terjadi pada Agustus 2017 lalu. Tersangka dengan korban mencapai 15 orang. Berkasnya sudah P-21 (lengkap) dan sudah diterima jaksa untuk dilaksanakan penuntutan,” papar AKBP Irwan Ramli.

Untuk menekan angka kekerasan tersebut, Polres Bener Meriah terus menurunkan tim polres dan polsek untuk sosialisasi ke setiap kecamatan dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Sosialisasi diprioritaskan di daerah dengan angka kekerasan perempuan dan anak yang tinggi, seperti Kecamatan Timang Gajah dan Bukit.

“Kami rencanakan masih ada tiga kecamatan lagi yang menjadi lokasi kami menyosialisasikan dan memberikan pemahaman agar kasus kekerasan anak dan perempuan berkurang,” katanya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut