Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pekerja Migran asal Kebumen Tewas Ditikam di Jepang, Keluarga Minta Jenazah Dipulangkan
Advertisement . Scroll to see content

Dapat Saran Karantina Massal Pekerja Migran, Sekda Bali: Belum Tentu Baik

Minggu, 12 April 2020 - 08:16:00 WIB
Dapat Saran Karantina Massal Pekerja Migran, Sekda Bali: Belum Tentu Baik
Sekda Bali Dewa Made Indra saat meninjau proses rapid test di Bapelkesmas Bali yang dijadikan salah satu tempat karantina bagi pekerja migran Indonesia (Foto: Dok Pemprov Bali)
Advertisement . Scroll to see content

DENPASAR, iNews.id - Proses karantina dalam jumlah yang besar bagi pekerja migran Indonesia yang tiba di Pulau Dewata dapat menimbulkan efek psikologis yang memengaruhi kesehatan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menanggapi usulan dari anggota dewan.

"Jadi, kalau mengkarantina dalam jumlah yang banyak, maka kita perhatikan efek psikologisnya, belum tentu baik untuk semua, akan terjadi orang-orang yang stres sehingga akan memperburuk psikologisnya," ujarnya yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali, Sabtu (11/4/2020).

Made Indra tidak menolak mentah-mentah usulan tersebut. Namun, dari sejumlah aspek sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

"Bahwa maksud idenya bagus, saya terima kasih, tetapi jangan lupa kesakitan orang tidak hanya disebabkan karena Covid-19, tetapi juga tekanan psikologisnya yang dia alami saat diisolasi," ucapnya.

Dewa Indra mendapatkan informasi dari beberapa petugas medis di RS, pasien yang stres ketika di kamar isolasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Kondisi fisiknya menjadi lebih drop dibandingkan yang lain dengan pikiran yang tenang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut