Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 4 Kali Disertai Dentuman, Hujan Abu Guyur 11 Desa

Kamis, 10 September 2026 - 14:58:00 WIB
Gunung Ile Lewotolok Erupsi 4 Kali Disertai Dentuman, Hujan Abu Guyur 11 Desa
Gunung Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi disertai dentumam dan hujan abu. (Foto: PVMBG)
Advertisement . Scroll to see content

LEMBATA, iNews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan signifikan pada Kamis (10/9/2026) siang. 

Gunung api aktif tersebut tercatat mengalami empat kali erupsi berturut-turut dengan melontarkan kolom abu setinggi 400 hingga 600 meter di atas puncak kawah.

Meski masih berada pada status Level II (Waspada), peningkatan letusan yang terjadi secara terus-menerus memicu kekhawatiran warga di sekitar lereng gunung.

Dampak dari letusan beruntun ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Sebanyak 11 desa di Kecamatan Ile Ape dilaporkan mulai terpapar hujan abu vulkanik tebal yang bercampur material pasir.

Meski hujan material vulkanik menerjang permukiman dan aktivitas warga terganggu, sebagian besar warga terdampak terpantau masih bertahan di rumah masing-masing. Warga mengaku waswas karena setiap letusan selalu disertai dengan suara gemuruh berskala sedang hingga kuat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Syawaludin mengatakan, frekuensi letusan siang ini menunjukkan lonjakan aktivitas yang sangat signifikan.

Pihaknya menerbitkan rekomendasi ketat agar masyarakat maupun wisatawan tidak mendekati area rawan bencana.

"Gunung api Ile Lewotolok berada pada Level II Waspada dengan tingkat aktivitas letusan yang sangat signifikan meningkat. Untuk rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer, serta untuk sektoral Selatan dan Tenggara hingga radius 3 kilometer tidak boleh ada aktivitas," kata Syawaludin.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok juga diminta tetap mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar hujan, terutama saat cuaca buruk mendung atau hujan deras.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut