Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Ili Lewotolok Erupsi 4 Kali Disertai Dentuman, Hujan Abu Guyur 11 Desa
Advertisement . Scroll to see content

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, 2 Bandara di NTT Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik

Kamis, 10 September 2026 - 15:49:00 WIB
Gunung Ili Lewotolok Erupsi, 2 Bandara di NTT Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik
Bandara Wunopito, NTT, ditutup sementara hingga imbas abu vulkanik erupsi Gunung Ili Lewotolok, Kamis (10/9/2026). (Foto: Dok. Kemenhub)
Advertisement . Scroll to see content

LEMBATA, iNews.id – Dua bandara utama di Nusa Tenggara Timurditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kamis (10/9/2026). Kedua bandara tersebut yakni, Bandara Wunopito di Lewoleba (Lembata) dan Bandara Gewayantana di Larantuka (Flores Timur).

Penutupan operasional penerbangan ini diambil berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) demi mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Sebaran abu vulkanik yang melayang di udara dinilai sangat membahayakan jarak pandang pilot serta berisiko fatal jika terhisap oleh mesin pesawat.

Penutupan mendadak ini mengakibatkan pembatalan dan penundaan (delay) sejumlah jadwal penerbangan perintis maupun komersial dari dan menuju Lewoleba serta Larantuka.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito mengatakan, puluhan calon penumpang terdampak pembatalan penerbangan rute Kupang-Larantuka dan sebaliknya.

"Aktivitas penerbangan di Bandara Gewayantana ditutup akibat terdampak erupsi Gunung Ili Lewotolok. Data penumpang terdampak yakni Rute Kupang–Larantuka (KOE–LKA) sebanyak 52 penumpang dan rute Larantuka–Kupang (LKA–KOE) sebanyak 23 penumpang," kata Puguh Lukito.

Menanggapi pembatalan ini, sejumlah calon penumpang terpaksa beralih jalur darat untuk mencari bandara alternatif yang tidak terdampak abu vulkanik, seperti Bandara Frans Seda di Maumere maupun Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende.

Pihak otoritas bandara bersama AirNav Indonesia dan Kementerian Perhubungan terus memantau pergerakan abu vulkanik di ruang udara kedua wilayah secara berkala melalui metode pengujian paper test.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut