1.561 Bencana Alam Landa Jabar Sepanjang 2018, 50 Orang Tewas
Untuk diketahui, Jabar merupakan provinsi rawan bencana. Walhi Jabar mencatat setiap tahun provinsi ini selalu berhadapan dengan bencana lingkungan hidup seperti banjir, banjir bandang, longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga gerakan tanah. Bencana tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi dan lingkungan hidup.
Berdasarkan catatan akhir tahun lingkungan hidup Walhi Jabar, selama tiga tahun terakhir jumlah kejadian bencana mencapai 2.671 kejadian, 256 orang meninggal dunia. Selain itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jabar dari tahun ke tahun semakin menurun.
Pada 2016, nilai IKLH Jabar yakni 42,52 poin. Berada pada peringkat ke-30 dari 33 Provinsi di Indonesia. Angka tersebut diolah dari dokumen IKLH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Tahun 2014.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil sebelumnya sudah mempersiapkan program cetak biru Resilience Province guna menangkal kerusakan dan pencemaran lingkungan di Jabar yang setiap tahun cenderung meningkat. Langkah tersebut untuk mewujudkan Jabar yang tahan terhadap bencana alam.
Ridwan Kamil juga menetapkan status siaga satu bencana di wilayah setempat. Penetapan status siaga satu itu diambil setelah sejumlah bencana alam terjadi di wilayah Jabar sejak memasuki musim hujan.
Emil mengatakan, ditetapkannya status bencana siaga satu ini setelah sejumlah daerah di Jabar diterjang bencana alam mulai banjir bandang dan tanah longsor seperti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Pangandaran, serta di kawasan Gentong dan longsor di kawasan Naringgul, Kabupaten Cianjur.
Editor: Kastolani Marzuki