Izin AMDAL dan PBG Belum Rampung, Proyek Data Center AI Rp3,5 T di Jatiluhur Disetop
PURWAKARTA, iNews.id – Proyek pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernilai Rp3,5 triliun di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara.
Pemprov Jawa Barat mengambil langkah tegas tersebut usai meninjau langsung kelengkapan perizinan dan menemukan belum diterbitkannya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Pembangunan fasilitas milik BDX Indonesia ini sebelumnya menuai polemik dan kritik tajam di masyarakat serta media sosial menyusul tingginya konsumsi air yang dibutuhkan untuk sistem pendingin (cooling system) fasilitas tersebut.
Pusat data AI tersebut dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dari total kawasan pengembangan seluas 11 hektare. Pada tahap awal, fasilitas ini didesain memiliki kapasitas daya hingga 120 MegaWatt (MW) dengan rencana ekspansi jangka panjang mencapai 640 MW.
Kebutuhan pasokan air untuk operasional teknologi ini diperkirakan mencapai 384 liter per detik, atau setara dengan 33 juta liter air per hari. Besarnya kebutuhan air baku dari kawasan Jatiluhur tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak lingkungan dan pasokan air bersih warga sekitar.
Merespons gejolak publik, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau langsung lokasi pembangunan pada 28 Juli 2026. Dari hasil pengecekan lapangan dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, terungkap bahwa dua dokumen perizinan krusial belum rampung.