SUBANG, iNews.id – Pengalaman lolos dan maut saat kecelakaan Bus Purnama Sari di Turunan Nagrog, Ciater-Subang, masih membekas di benak Nuraeni, satu di antara 48 korban selamat. Dia masih terguncang dan serasa tak terpercaya dengan semua yang telah terjadi.
Nuraeni menceritakan detik-detik suasana mencekam dirasakan penumpang sebelum bus terguling. Saat itu, bus sudah bergerak oleng dan sopir tak mampu menguasai kemudi.
BACA JUGA: Kronologi Bus Pariwisata Terguling di Ciater Subang, Diduga karena Rem Blong
“Jadi selesai ibu bidan sambutan, bus bergerak-gerak ke kanan kiri oleng gitu. Saya Allahu Akbar, Allahu Akbar, makin kenceng makin kenceng, terus buang ke kanan (terguling),” ujarnya.
Dia mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi tak lama setelah bus berjalan meninggalkan gerbang lokasi wisata Tangkuban Parahu. Ketika berada di jalan menurun.