Kerajaan Munggaran di Jawa Barat, Nyaeta? Tarumanagara
Sampai saat ini isi prasasti ini belum dapat dibaca sebab menggunakan huruf sangkha atau ikal seperti di Prasasti Pasir Awi dan Ciaruteun B. Terdapat ukiran laba-laba, telapak kaki, dan sajak beraksara Palawa dalam bahasa Sanskerta. Namun berdasarkan pembacaan Poerbatjaraka, prasasti ini berbunyi:
“Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.
2. Prasasti Jambu atau Koleangkak
Prasasti Jambu ditemukan di Desa Parakanmuncung, Kecamatan Nanggung, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, tepatnya di Perkebunan Karet Sadeng Djamboe atau 30 kilometer (km) sebelah barat Kota Bogor. Peninggalan Tarumanagara dari abad ke-V ini ditemukan pada masa penjajahan Belanda, Prasasti ini tepatnya pada 1854 oleh Jonathan Rigg.
Tulisan pada prasasti ini dipahat pada batu menyerupai segitiga berukuran sekitar 2-3 meter di tiap sisinya. Tertulis dalam huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta dan terdapat pahatan sepasang telapak kaki.
“Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin yang tiada taranya – Yang Termashur Sri Purnnawarman – yang sekali waktu (memerintah) di Taruma, dan yang baju zirahnya terkenal tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang telapak kakinya yang senantiasa berhasil menggempur kota-kota musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya”.