Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : PWNU Jakarta Soroti Kemacetan Ekstrem di Tanjung Priok: Macet Panjang Merugikan Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Macet Parah di Bojongsoang Bandung, Begini Sindiran Keras Warga

Jumat, 20 Juni 2025 - 17:38:00 WIB
Macet Parah di Bojongsoang Bandung, Begini Sindiran Keras Warga
Kemacetan parah di Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung sudah bertahun-tahun dikeluhkan warga. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Warga Kabupaten Bandung mengeluhkan kemacetan parah setiap pagi dan sore di Jalan Raya Bojongsoang. Kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik utama seperti pertigaan Cikoneng, pertigaan Podomoro menuju Telkom University, serta jalan Ciganitri menuju SD Cipagalo. 

Jalur vital penghubung kota dan Kabupaten Bandung itu seolah hampir tidak ada solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi kemacetan tersebut.

Wisnu Nugraha (21), mahasiswa Telkom University menyebut jalur Bojongsoang sudah mendapat julukan WIBO alias Waktu Indonesia Bagian Bojongsoang. Sebutan itu didapat dari rekan-rekannya karena lamanya waktu tempuh di jalur tersebut akibat kemacetan. Apalagi jika terjadi banjir di Dayeuhkolot otomatis jalur tersebut lumpuh total.

"Jadi karena macetnya selalu lama dan hampir setiap hari jadi punya julukan sendiri WIBO, jadi punya waktu sendiri terutama macetnya. Apalagi kalau banjir di Dayeuhkolot, macetnya bisa sampai Buah Batu bahkan sampe Baleendah,” katanya, Jumat (20/6/2025).

Meski beberapa petugas seperti polisi, Dinas Perhubungan (Dishub), dan satpam Telkom University kerap terlihat di lapangan, keberadaan mereka belum mampu mengurai kemacetan secara signifikan. “Paling tidak, arusnya jadi lebih tertib meskipun tetap macet,” kata Wisnu.

Yuli Susanti (37), warga Cikoneng yang menyekolahkan anaknya di SD Cipagalo, mengaku memilih berjalan kaki saat menjemput anak demi menghindari kemacetan. “Kalau bawa motor malah makin lama. Biasanya saya lewat gang sempit supaya bisa sampai lebih cepat,” ungkapnya.

Dia berharap pemerintah segera turun tangan dengan solusi jangka panjang. “Macetnya sudah dari anak pertama saya sekolah sampai sekarang anak kedua, belum berubah. Capek juga lama-lama,” kata Yuli.

Kemacetan di Jalan Raya Bojongsoang umumnya mulai terurai sekitar pukul 09.00 WIB, namun kembali padat mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut