Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejar Target Herd Immunity Akhir 2021, Ridwan Kamil Ajak Ikatan Alumni Gelar Vaksinasi Massal
Advertisement . Scroll to see content

Ridwan Kamil Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang

Senin, 09 Agustus 2021 - 20:51:00 WIB
Ridwan Kamil Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meluncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Kawasan Industri Surya Cipta, Kabupaten Karawang, Senin (9/8/2021). (Foto: Humas Pemprov Jabar)
Advertisement . Scroll to see content

"Kolaborasi harus ditempuh karena ketersediaan infrastruktur kesehatan pemda di Jabar sekitar 60 persen. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, kekurangan 40 persen infrastruktur dapat ditambal," tutur Gubernur. 

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar Ipong Witono mengatakan, Sentra Vaksinasi Silih Tulungan digelar oleh Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar bersama BPBD Jabar dan dunia usaha.

Selain di Karawang, lanjut Ipong, Sentra Vaksinasi Silih Tulungan juga bakal digelar di Kabupaten Subang, Kota Depok, dan Kabupaten Sukabumi. Keempat daerah tersebut dipilih karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jabar. "Sentra Vaksinasi Silih Tulungan digelar dalam rangka mempercepat upaya pemulihan ekonomi Jabar," kata Ipong. 

Ipong menyatakan, Provinsi Jabar merupakan salah satu sentra pertumbuhan ekonomi nasional strategis. Pemulihan ekonomi Jabar, akan memberi dampak signifikan bagi nasional.

"Kawasan pertumbuhan ekonomi ini merupakan tulang punggung ekonomi Jabar, salah satunya kawasan industri yang menyumbang 18 persen kontribusi ekspor nasional non-migas. Oleh karena itu, para pelakunya harus diproteksi dengan vaksinasi," ujarnya.

Dia menuturkan, target sasaran Sentra Vaksinasi Silih Tulungan mencapai 30.000 penerima dan target penyuntikan 2.000 dosis per hari selama satu bulan.

"Dari 30.000 dosis tersebut, 40 persen diperuntukan bagi pekerja, pelaku UMKM di sekitar kawasan industri, nelayan, dan petani. Sedangkan 60 persen lainnya bagi masyarakat sekitar kawasan pertumbuhan ekonomi tersebut," tutur Ipong.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut