Sering Diancam, Pemberi Miras pada Hewan Depresi dan Takut Keluar
BANDUNG, iNews.id – Aksi pemberian minuman keras (miras) kepada satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) yang direkam dalam video dan viral di media sosial berbuntut panjang pada kedua pelaku. Allysa Dwi Fitri Amanda dan Philip Biondi tak hanya mendapat hujatan dari netizen, tapi juga sering mendapat ancaman.
Kuasa hukum pelaku, Ali Nurdin mengatakan, perbuatan kliennya yang sempat menghebohkan dunia maya dan masyarakat Indonesia telah mengakibatkan keduanya depresi. Mereka diancam baik melalui media sosial dan langsung ke telepon seluler (ponsel) pribadi. Bahkan, keluarga pun mendapat ancaman.
“Hubungan di kantor, sesama teman juga sudah terganggu akibat perbuatan mereka. Tapi, mereka menerima sanksinya,” kata Ali di Kota Bandung, Sabtu (18/11/2017).
Ali berharap, ancaman yang diberikan kepada kedua kliennya itu segera diakhiri. Allysa Dwi Fitri Amanda dan Philip Biondi sudah berupaya untuk meminta maaf dan mengakui perbuatannya. “Jadi, bagi pihak yang melontarkan cemoohan dan ancaman kepada Icha dan Bimbi, segera disudahi. Berikan mereka kesempatan untuk memperbaiki diri ke depan,” kata dia.
Dua Pemberi Miras pada Hewan di TSI Mengaku Menyesali Keisengannya
Salah satu pelaku, Alyssa Dwi Fitri Amanda mengakui, perbuatan yang telah dia lakukan adalah kesalahan besar. Bahkan, masyarakat telah memberikan hukuman sosial akibat aksi yang direkam video tersebut. Banyak ancaman pada dirinya dan keluarga, baik melalui WhastApp, pesan pendek, dan media sosial. Beberapa di antaranya ada yang mengancam untuk menghabisi hidupnya.
“Ancamannya sudah melebihi medsos. Papah, mamah, adek juga mendapatkan ancaman. Kata-katanya kotor dan kasar. Saya nyesel banget, tapi ini perbuatan saya pribadi. Jangan libatkan keluarga saya,” kata karyawan swasta yang akrab disapa Icha sambil terisak nangis.
Akibat ancaman tersebut, Icha mengaku tidak berani keluar rumah dan bersosialisasi dengan rekan-rekannya. Selain itu, dia juga tidak berani memegang ponsel. “Saya tidak berani pegang handphone. Semuanya muncul di medsos, Line, dan Instagram,” ungkap dia.
Editor: Maria Christina