Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Kecelakaan Bus Jemaat Gereja Terguling di Jembatan 5 Barelang, Diduga Rem Blong
Advertisement . Scroll to see content

Temukan Kejanggalan Kecelakaan di Ciater, Menhub Minta KNKT dan Ditjen Hubdat Klarifikasi

Senin, 20 Januari 2020 - 06:38:00 WIB
Temukan Kejanggalan Kecelakaan di Ciater, Menhub Minta KNKT dan Ditjen Hubdat Klarifikasi
Bus Purnama Sari yang membawa rombongan wisatawan dari Depok ringsek setelah terguling di turunan Nagrog, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020). (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) untuk mendalami penyebab kecelakaan bus di Ciater, Subang, Jawa Barat. Bus yang membawa 61 penumpang termasuk lima anak-anak terguling dan menyebabkan delapan orang tewas.

"Saya prihatin tentang kejadian itu (kecelakaan di Subang). Sangat tidak diharapkan, apalagi sampai ada yang meninggal dunia. Karenanya saya menyampaikan dukacita atas berpulangnya delapan orang saudara kita dan bagi yang luka berat akan kami tangani," ujar Menhub, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA: Kecelakaan Bus di Ciater Subang, Pemkot Depok Gratiskan Biaya RS Seluruh Korban

Menhub mengungkapkan, telah mendapat laporan kecelakaan di Subang itu dari Dirjen Perhubungan Darat yang menemukan beberapa kejanggalan. Yaitu berdasarkan temuan sementara dari pihak kepolisian, saat kecelakaan ditemukan posisi persneling berada di gigi 4. Data kendaraan yang tertera dalam STNK ternyata tidak sesuai dengan fisik kendaraan.

Selain itu, berdasarkan data pengujian domisili, kendaraan dimodifikasi setelah uji berkala di Majalengka. Kartu pengawasan juga sudah habis masa berlaku sejak 19 Mei 2017.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut