Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Bulan Terendam Banjir, 1.400 Kepala Keluarga di Luwu Utara Terisolasi
Advertisement . Scroll to see content

3.998 Desa Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Jateng Pasang 60 Alat EWS

Sabtu, 05 Januari 2019 - 04:05:00 WIB
3.998 Desa Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Jateng Pasang 60 Alat EWS
Longsor yang menerjang Pasirpanjang, Salem, Brebes, Jateng pada Februari 2018 lalu menewaskan belasan orang. BPBD Jateng tahun ini memetakan ada 3.998 desa yang rawan longsor dan banjir. (Foto: Dok.iNews)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah memetakan 35 kabupaten/kota di provinsi ini yang rawan terjadi bencana pada musim hujan tahun ini.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, berdasarkan identifikasi yang dilakukan, tercatat sebanyak 3.998 desa rawan bencana alam. Rinciannya, 1.864 desa dari 336 kecamatan berpotensi banjirdan 2.134 desa dari 344 kecamatan berpotensi terjadi longsor.

Sarwa menyebutkan ,puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari hingga Februati 2019 dengan curah hujan diperkirakan mancapai 300-400 mm.

Menurut dia, daerah yang berpotensi terjadi banjir akibat tingginya curah hujan tersebut antara lain, Kabupaten Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. "Banjir juga berpotensi terjadi di wilayah pantai utara dari Kabupaten Brebes hingga Rembang, kemudian wilayah pantai selatan," kata Sarwa, Jumat (4/1/2019).

Daerah yang berpotensi terjadi bencana alam tanah longsor, kata dia, berada wilayah pegunungan, dan paling besar berpotensi di wilayah Kabupaten Banjarnegara, dan Banyumas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut