7 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Tersebar di Jateng dan Yogyakarta
Relief pada Candi Mendut berupa ajaran moral dengan menggunakan tokoh binatang sebagai pemerannya. Ada 31 buah panel yang memuat relief cerita pada dasar tubuh candi. Misalnya, relief cerita Brahma dan kepiting, angsa dan kura-kura, serta Dharmabuddhi dan Dustabuddhi.
4. Candi Pawon
Candi Pawon terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Posisinya di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur. Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur yang ada pada satu garis lurus, mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha ini mempunyai hubungan yang erat. Menurut JG de Casparis, Candi Pawon adalah tempat penyimpanan abu jenazah Raja Indra, ayah Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra.
Casparis juga mengatakan, Pawon berasal dari bahasa Jawa, yaitu awu yang berarti abu, kemudian mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan tempat. Pada bahasa Jawa sehari-hari, pawon berarti dapur. Namun Casparis mengartikannya sebagai perabuan atau tempat abu.
Candi Pawon terbuat dari batu andesit, dengan bangunan yang menghadap ke arah barat. Candi yang berupa bujur sangkar ini memiliki panjang sisi 10 meter dan tinggi 13,3 meter. Bangunan candi terbagi dalam tiga bagian, yaitu kaki, tubuh serta atap candi. Di atas pintu masuk candi terdapat relief yang menggambarkan kuwera, dewa kekayaan, dalam posisi berdiri.
5. Candi Ngawen
Candi Ngawen berlokasi di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Ngawen bercorak Buddha, yang dibuktikan dengan temuan arca Dhyani Buddha Ratnasambhawa. Candi Ngawen dibangun sekitar abad ke-8 Masehi. Bangunannya mirip dengan bangunan candi Hindu.