Banjir Jabodetabek Renggut Puluhan Korban Jiwa, GP Ansor Sampaikan Duka Cita
Menurut Gus Yaqut, yang diperlukan sekarang adalah penanganan masyarakat terdampak banjir. Masyarakat membutuhkan tempat tinggal sementara selama evakuasi, makan siap saji, minuman, obat-obatan, pakaian, selimut, air bersih, dan lainnya. “Anak-anak, ibu hamil, dan lansia, juga harus mendapat ekstra perhatian penanganan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Banser NU Evakuasi Korban Banjir Jabodetabek
Korban Meninggal Dunia karena Banjir Jabodetabek Mencapai 16 Orang
Gus Yaqut mengatakan, GP Ansor telah menerjunkan Banser Tanggap Bencana (Bagana) ke lokasi-lokasi bencana untuk membantu penanganan korban banjir, mulai dari evakuasi hingga membantu menampung bantuan untuk korban bencana.
“GP Ansor bekerja sama dengan aparat terkait seperti kepolisian, BNPB, pemerintah daerah melakukan evakuasi korban. Selain itu, mendirikan posko-posko siaga sebagai pusat informasi dan pelayanan publik, juga menampung bantuan logistik dari masyarakat yang ingin membantu korban. Termasuk juga mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan lainnya,” kata Gus Yaqut.
Sejauh ini, kata dia, Ansor dan Banser telah mendirikan posko siaga di seluruh wilayah di Jakarta, Gunung Puteri Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Banten.
Sekretaris Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Dendy Finza mengatakan, pihaknya telah mendirikan posko di Ciberang Lebak Provinsi Banten; Kalideres, Cengkareng; Grogol Petamburan, Jakarta Barat; Pulojahe, Pulogadung; Cawang, Jakarta Timur; Bantaran Ciliwung wilayah Jakarta Timur; Tanah Abang, Jakarta Pusat; Kemang dan Ciganjur, Jakarta Selatan; Cileungsi, Villa Nusa Indah Bogor; dan Bekasi.