BULOG Sukses Jaga Stabilitas dan Distribusi Pangan Nasional, Serapan Beras Tembus 4,3 Juta Ton
“Atas nama Perum BULOG, kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan CNN Indonesia. Ini merupakan penghargaan kedua yang kami terima selama saya menjabat sebagai Direktur Utama. Alhamdulillah, tahun ini target kembali tercapai, bahkan serapan BULOG sudah melampaui 100 persen atau lebih dari 4,2 juta ton, dengan stok yang saat ini berada di kisaran 4,5 juta ton,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani seusai menerima penghargaan.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal menegaskan bahwa besarnya cadangan beras nasional menjadi modal penting untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan stok yang kuat tidak hanya memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat fenomena iklim seperti El Niño.
“Dengan stok yang berlimpah, kami optimistis kebutuhan pangan nasional dapat tetap terjamin. Ini menjadi bagian dari upaya BULOG untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sebagaimana arahan Bapak Presiden,” jelasnya.
Selain memperkuat cadangan pangan, BULOG terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui berbagai program strategis pemerintah. Sepanjang 2026, realisasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai sekitar 974 ribu ton. Sementara itu, program Bantuan Pangan mengalokasikan sebanyak 997,2 ribu ton beras bagi 33,24 juta penerima pada periode Juli–September 2026.
Kedua program tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah melalui BULOG dalam menjaga keterjangkauan harga, memperluas akses pangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan beras secara merata.
Menutup keterangannya, Ahmad Rizal menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BULOG untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. BULOG berkomitmen memperkuat penyerapan produksi dalam negeri, mengoptimalkan pengelolaan cadangan pangan, serta melaksanakan intervensi pasar secara terukur dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami tidak banyak berjanji, tetapi akan terus meningkatkan bukti nyata melalui pelayanan terbaik kepada rakyat dan stabilisasi harga yang merata di seluruh Tanah Air. Bukan hanya swasembada pangannya yang harus berkelanjutan, tetapi stabilisasi harganya juga harus berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Adhenda Madarina Idzni